“Setelah mendapatkan KUR BRI, persediaan barang di warung menjadi lebih banyak sehingga saya dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Penjualan juga meningkat seiring bertambahnya pelanggan yang datang setiap hari,” ungkap Rahmat.
Bagi pelaku usaha mikro seperti Rahmat, ketersediaan modal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran operasional. Tambahan pembiayaan dapat digunakan untuk memperbesar stok, memperluas pilihan barang, dan meningkatkan kemampuan usaha dalam memenuhi permintaan pasar.
Di samping mengelola warung sembako dan jual beli hasil bumi, Rahmat juga mengembangkan layanan keuangan melalui BRILink Agen. Layanan tersebut mulai dijalankannya sekitar lima bulan lalu setelah diperkenalkan oleh petugas BRI.
Melalui BRILink Agen, Rahmat menyediakan berbagai layanan transaksi bagi warga sekitar. Masyarakat dapat melakukan tarik tunai, pembayaran angsuran pinjaman, pengisian saldo dompet digital, pembelian pulsa, hingga pembelian token listrik.
Kehadiran layanan tersebut menambah fungsi warung Rahmat sebagai tempat masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus melakukan transaksi keuangan. Peluang ini juga membuka sumber aktivitas usaha tambahan bagi Rahmat.
BRILink Agen Pangkas Jarak Layanan Keuangan
Sebelum tersedia layanan BRILink Agen, warga di sekitar Kampung Cilingga harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer untuk memperoleh sejumlah layanan perbankan. Perjalanan menggunakan sepeda motor itu dapat memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.
Kondisi jalan yang terjal menjadi tantangan tersendiri bagi warga. Selain waktu perjalanan yang panjang, masyarakat juga perlu mengeluarkan biaya transportasi hingga sekitar Rp100 ribu untuk perjalanan pulang-pergi.
Dengan adanya BRILink Agen yang dikelola Rahmat, sebagian kebutuhan transaksi warga kini dapat dilakukan lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Warga tidak harus selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk menarik uang tunai atau membayar angsuran.
“Saya senang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan perbankan dengan lebih dekat. Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan yang jauh, melewati jalan terjal, dan mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk menarik uang atau membayar angsuran. Sekarang, kebutuhan transaksi tersebut dapat dilakukan di sini,” kata Rahmat.
Akses layanan keuangan yang lebih dekat dapat membantu mengurangi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. Kemudahan tersebut menjadi penting bagi warga di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan jarak dari pusat layanan perbankan.
Bagi Rahmat, pengembangan usaha dan pengoperasian BRILink Agen memberikan manfaat yang melampaui peningkatan pendapatan pribadi. Ia juga dapat membantu memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat di lingkungannya.
“Setelah memperoleh KUR BRI dan menjadi BRILink Agen, alhamdulillah usaha saya terus berkembang dan kebutuhan keluarga semakin terpenuhi. Ke depan, saya berharap usaha ini semakin maju sehingga saya dapat terus membantu masyarakat di sini memperoleh layanan perbankan dengan lebih mudah,” tambahnya.
Kisah Rahmat memperlihatkan bagaimana pembiayaan usaha dan perluasan akses layanan keuangan dapat berjalan beriringan. Modal yang digunakan untuk memperkuat usaha produktif membantu meningkatkan kapasitas dagang, sementara layanan BRILink Agen memberikan akses transaksi yang lebih mudah bagi warga sekitar.
Riset BRI Tunjukkan Dampak KUR terhadap Omzet UMKM
Perkembangan usaha Rahmat sejalan dengan hasil riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM. Riset tersebut menunjukkan pembiayaan KUR BRI memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan survei terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2% debitur melaporkan peningkatan omzet usaha. Sementara itu, 45,9% responden mencatat kenaikan omzet pada kisaran 5% hingga 15%.
Hasil tersebut mengindikasikan bahwa akses terhadap pembiayaan produktif dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan aktivitas usahanya. Peningkatan modal memungkinkan pelaku usaha menambah persediaan, memenuhi permintaan konsumen, dan memperluas kegiatan bisnis sesuai kebutuhan pasar.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan penyaluran KUR merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya peningkatan lapangan kerja berkualitas dan penguatan kewirausahaan.
"Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput," ujar Akhmad.
Menurut BRI, pembiayaan UMKM tidak hanya berperan dalam menyediakan modal, tetapi juga mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat. Ketika pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas bisnis, manfaatnya dapat tercermin melalui bertambahnya pelanggan, berkembangnya aktivitas perdagangan, dan meningkatnya kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga.
Kisah Rahmat di Garut menjadi salah satu contoh pemanfaatan pembiayaan produktif untuk mengembangkan usaha di tingkat lokal. Dari usaha gorengan, ia membangun warung sembako dan usaha jual beli hasil bumi, kemudian memperluas layanan melalui BRILink Agen.
Ke depan, pengembangan usaha tersebut diharapkan terus memperkuat aktivitas ekonomi keluarga sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Akses pembiayaan dan layanan keuangan yang semakin dekat menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM tumbuh serta memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah pedesaan.
(tim)




























