Volatilitas dinilai tetap tinggi seiring kekhawatiran investor terhadap risiko capital outflow dan ketidakpastian klasifikasi MSCI.
Perhatian juga tertuju pada langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat transparansi, integritas, serta kredibilitas pasar modal. Selama belum ada kejelasan yang meredakan kekhawatiran tersebut, tekanan terhadap IHSG dan rupiah masih perlu diwaspadai.
“Secara teknikal, IHSG mengalami breakdown tajam dari pola Head and Shoulders setelah gagal bertahan di atas neckline psikologis 6.000. MACD menunjukkan momentum bearish yang menguat, dengan garis MACD berada di bawah signal line dan histogram negatif semakin melebar,” papar BRI Danareksa,
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MYOR, ACES, dan INDF.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut, Katalis negatif dari MSCI berpotensi masih akan mendominasi, meskipun perpindahan kelas tersebut masih berupa usulan dan pengkajian serta belum pasti akan terjadi. Namun hal tersebut telah meningkatkan ketidakpastian di pasar modal Indonesia, sehingga membuat investor cenderung menghindari risiko.
Adanya upaya dari otoritas bursa untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap melakukan pelanggaran, dalam jangka pendek berpotensi meningkatkan volatilitas dan ketidakpercayaan. Namun jika diimplementasikan dengan baik, dalam jangka panjang akan kembali meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level psikologis di 5.000 pada pekan ini, jika break berpotensi menguji support berikutnya di level 4.700–4.800,” mengutip analisis Phintraco.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PWON, PTBA, TAPG, ITMG, dan UNTR.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya Bursa Wall Street dan dibukanya kemungkinan diubahnya status pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market oleh MSCI diprediksi masih akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.060–4.935 dan resistance 5.310–5.435,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham HMSP, PTBA, MEDC, ENRG, MAPI, dam ERAA.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh potensi downgrade Indonesia ke stand-alone yang akan mendorong outflow dana asing, tensi geopolitik yang masih tinggi dan rupiah yang melemah.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ENRG, EMAS, GGRM.
(fad)




























