Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, saham Nvidia telah turun selama tujuh dari delapan sesi terakhir. Para investor telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa pengeluaran untuk AI tidak berkelanjutan di tengah meningkatnya biaya pinjaman.

Di tengah situasi tersebut, Jensen Huang tetap berpegang pada prediksi optimis mengenai pasar AI dan dampaknya terhadap perekonomian secara luas. 

Jensen Huang memperkirakan bahwa hasil dari investasi besar-besaran di bidang perangkat keras pada akhirnya akan meredakan kegelisahan pasar.

“Terkait  beberapa berita yang beredar, itu adalah berita yang bergejolak. Pemberitaan, seperti yang Anda ketahui, selalu ada, tetapi hal itu tidak akan mengubah fundamental,” ungkap dia.

Nvidia memegang peranan sentral dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) secara global. Perusahaan ini merupakan penjual terbesar akselerator AI, yaitu chip yang digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan model-model AI. Selain itu, Nvidia juga telah memperluas bisnisnya ke berbagai bidang perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan terkait.

Aksi masif penjualan terbaru ini berdampak cukup parah pada CoreWeave Inc., penyedia layanan komputasi awan yang menjadikan Nvidia sebagai salah satu pendukung utamanya. Obligasi Nvidia tersebut baru-baru ini mencapai level yang biasanya menandakan adanya masalah keuangan, dan harga sahamnya anjlok seperempat nilainya minggu ini.

Jensen Huang telah berulang kali mendorong para investor untuk tidak hanya melihat laporan jangka pendek, tetapi juga berfokus pada nilai jangka panjang dari teknologi ini.

“Tetaplah berfokus pada prinsip-prinsip dasar. Tetaplah berfokus pada hal-hal mendasar,” katanya dalam wawancara tersebut.

(bbn)

No more pages