Saingan utama perdana menteri dalam pemilihan ini, Gadi Eisenkot, berterima kasih kepada Trump karena telah menjadi sekutu Israel, namun menambahkan dalam wawancara di Channel 12 Israel pada hari Minggu bahwa pemilihan ini merupakan urusan internal.
“Hanya warga Israel yang akan memutuskan siapa yang akan menjadi perdana menteri berikutnya,” kata dia.
Dulu jarang terjadi presiden AS secara terbuka memberikan pandangan mengenai pemilu di negara lain, namun Trump berusaha meninggalkan jejaknya demi mendukung para pemimpin atau calon yang disukainya di seluruh dunia.
Hubungan erat yang pernah terjalin antara kedua pemimpin tersebut kini mulai melemah akibat kegagalan Netanyahu untuk mengikuti garis kebijakan Trump terkait Gaza, Lebanon, dan perang Iran.
Baru-baru ini, pada hari Kamis, Trump menahan diri untuk tidak memberikan dukungan dan mengatakan bahwa ia tidak “mempercayai siapa pun” dalam dunia politik. Dalam wawancara dengan Majalah Time awal bulan ini, Trump mengelak dari berbagai pertanyaan mengenai upaya Netanyahu untuk terpilih kembali. Pada hari Selasa, Trump mengatakan kepada wartawan di halaman Gedung Putih, “Kami bahkan belum memikirkannya.”
(bbn)



























