Pengumuman pada 15 Oktober itu sempat memicu tekanan jual tajam di Bursa Efek Indonesia. MSCI sebelumnya menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoodinasi, serta menuntut bukti bahwa reformasi pasar modal telah diterapkan secara konsisten.
Pekan ini, sentimen yang timbul dari MSCI berpotensi jadi sumber volatilitas yang lebih persisten lantaran tak cuma menyangkut pergarakan harga saham, tapi juga persepsi investor terhadap kredibilitas dan aksesibilitas pasar modal RI.
Akibat memburuknya persepsi investor, Credit Default Swap (CDS) yang mengindikasikan ganjaran bagi premi risiko Indonesia pun terkerek naik. CDS INDON 5 tahun meninggi ke 97, dari posisi terendah bulan ini di 91. Namun, posisi CDS ini masih lebih rendah ketimbang Maret 2026 yang sempat menyentuh 105.
Dari Asia, perhatian tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi China, keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), juga kebijakan moneter Filipina dan Korea Selatan. Dari sisi global, laporan keuangan sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat (AS), seperti Netflix, Tesla, Meta, dan IBM, akan menjadi indikator tambahan dalam mengukur prospek korporasi dan selera risiko investor.
Dari China, data produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2026 yang dirilis hari ini (19/10) menjadi salah sati perhatian utama. Bloomberg Economics memperkirakan ekonomi China tumbuh 4,5% secara tahunan, meningkat dari 4,3% di kuartal sebelumnya. Begitu juga dengan produksi industri diproyeksikan tumbuh 5,2%, sedangkan penjualan ritel diperkirakan hanya meningkat 0,2%.
Proyeksi tersebut menggambarkan pemulihan yang belum merata antara aktivitas produksi masih ditopang ekspor, dan dukungan pemerintah China. Akan tetapi, konsumsi domestik masih terlihat lemah. Jika pertumbuhan negara Tirai Bambu tersebut sesuai proyeksi, sentimen terhadap prospek permintaan global berpotensi membaik. Namun, lemahnya konsumsi dan investasi swasta tetap menjadi risiko bagi keberlanjutan pertumbuhan, sekaligus membatasi dampak positifnya terhadap negara mitra dagang, termasuk Indonesia.
Kalender ekonomi lainnya yang akan dicermati pelaku pasar dari China adalah pengumuman suku bunga acuan pinjaman China atau loan prime rate (LPR), yang diperkirakan bertahan di 3%, untuk tenor 1 tahun dan 3,5% untuk tenor 5 tahun.
Selain itu, investor juga akan mencermati keputusan suku bunga Filipina yang rilis di Kamis (22/10). Bloomberg Economics memperkirakan bank sentral Filipina menaikkan suku bunga pinjaman semalam sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%, seiring inflasi mencapai 7,2% secara tahunan pada September, jauh dari target 2%-4%. Terlebih, harga minyak masih berada di atas US$100/barel, adanya risiko El Nino, dan potensi kenaikan upah jadi sumber tekanan tambahan bagi ekomomi Filipina.
Pada hari yang sama, Bank of Korea justru diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3% setelah dua kali kenaikan secara beruntun, meskipun pengetatan lanjutan masih berpotensi berlanjut di November.
Sementara itu, inflasi di sejumlah negara diperkirakan meningkat. Inflasi Selandia Baru diperkirakan meningkat jadi 4,3% secara tahunan di kuartal III-2026. Sedangkan inflasi inti Jepang kembali naik ke 2% pada September. Berbedanya arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa bank sentral Asia masih menghadapi tantangan yang tak seragam.
Berikut agenda dalam kalender ekonomi sepekan yang bisa dicermati:
Senin, 19 Oktober 2026
- Jepang: indeks industri tersier.
- Malaysia: perdagangan dan inflasi.
- Selandia Baru: perdagangan.
- Filipina: neraca pembayaran.
- Kanada: inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK).
- China: PDB, harga properti, penjualan ritel, produksi industri, dan investasi aset tetap.
- Konferensi Tahunan Financial Street Forum 2026 diselenggarakan di Beijing. Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng termasuk pejabat yang dijadwalkan menyampaikan pidato. Acara berlangsung hingga 22 Oktober.
- Asisten Gubernur RBA Christopher Kent berpartisipasi dalam diskusi santai di Commonwealth Bank Global Markets Conference di Sydney.
- World Bank Global AI and Digital Summit dimulai di Seoul dan berlangsung hingga 22 Oktober. Presiden Bank Dunia Ajay Banga dijadwalkan berbicara pada 20 Oktober.
- Green Swan Conference digelar di Manila, dengan menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain anggota Dewan Eksekutif ECB Frank Elderson, anggota Dewan Gubernur ECB Fabio Panetta, dan Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas Eli Remolona.
- Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB dimulai di Yerevan, Armenia, dan berlangsung hingga 30 Oktober.
Selasa, 20 Oktober 2026
- Indonesia: lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk, target indikatif Rp10 triliun.
- China: suku bunga acuan pinjaman atau loan prime rate (LPR).
- Jerman: survei ekspektasi ekonomi ZEW.
- Hungaria: keputusan suku bunga.
- Meksiko: cadangan devisa.
- Spanyol: perdagangan.
- Taiwan: pesanan ekspor.
- Inggris: klaim tunjangan pengangguran dan tingkat pengangguran.
- AS: pembangunan rumah baru, izin pembangunan, dan penjualan rumah yang belum diselesaikan transaksinya.
- Netflix merilis laporan keuangan.
- Pejabat penentu kebijakan suku bunga Bank of England (BOE), Megan Greene, berbicara di London School of Economics Society.
- Para menteri keuangan APEC bertemu di Hong Kong untuk membahas isu ekonomi dan keuangan global serta regional. Pertemuan berlangsung hingga 21 Oktober.
- Sultan Oman Haitham bin Tarik memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Inggris. Kunjungan tersebut diselenggarakan oleh Raja Charles III dan Ratu Camilla di Kastel Windsor.
- Pasar India tutup karena hari libur.
Rabu, 21 Oktober 2026
- Indonesia: keputusan suku bunga.
- Jepang: perdagangan.
- Kolombia: perdagangan.
- Namibia: keputusan suku bunga.
- Afrika Selatan: penjualan ritel dan inflasi.
- Inggris: inflasi.
- AS: permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) menurut Mortgage Bankers Association (MBA)
- Tesla, Meta, dan IBM merilis laporan keuangan.
- Gubernur BOE Andrew Bailey berpartisipasi dalam diskusi bersama OMFIF mengenai independensi bank sentral di London.
- Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser menghadiri Citi Australia & New Zealand Investment Conference.
- Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan berbicara secara off the record dalam konferensi tahunan JPMorgan/Robin Hood Investors Conference di New York.
- CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan pidato utama dalam GTC Berlin.
- ECB memasuki periode tenang sebelum keputusan suku bunga menjelang pertemuan kebijakan moneter pada 28–29 Oktober.
- Menteri Keuangan Afrika Selatan Enoch Godongwana
Kamis, 22 Oktober 2026
- Zona euro: kepercayaan konsumen dan registrasi mobil baru.
- Hong Kong: inflasi dan pengangguran.
- Meksiko: pengangguran.
- Selandia Baru: inflasi.
- Filipina: keputusan suku bunga.
- Korea Selatan: keputusan suku bunga.
- Swiss: ringkasan keputusan suku bunga Swiss National Bank (SNB) pada 24 September.
- Turki: keputusan suku bunga.
- AS: indeks indikator utama Conference Board dan klaim awal tunjangan pengangguran.
- BOK diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya setelah menaikkannya dalam dua pertemuan berturut-turut. Gubernur Shin Hyun Song akan menggelar konferensi pers setelah keputusan diumumkan.
- Anggota Dewan Gubernur ECB Fabio Panetta berbicara dalam sebuah acara di Turin.
- Deputi Gubernur BOE Katharine Braddick berbicara dalam acara City Regulators Dinner di Mansion House, London.
- Para menteri perdagangan Uni Eropa memulai pertemuan informal selama dua hari di Dublin.
Jumat, 25 Oktober 2026
- Singapura: inflasi.
- Taiwan: produksi industri dan pengangguran.
- Kanada: penjualan ritel.
- Zona euro: PMI Manufaktur S&P Global, PMI Jasa S&P Global, dan ekspektasi inflasi ECB.
- Prancis: PMI Manufaktur S&P Global.
- Jerman: PMI Manufaktur S&P Global/BME.
- India: PMI Manufaktur HSBC.
- Jepang: inflasi dan PMI Manufaktur S&P Global.
- Kazakhstan: keputusan suku bunga.
- Rusia: keputusan suku bunga.
- Inggris: PMI Manufaktur S&P Global.
- AS: sentimen konsumen University of Michigan dan PMI Manufaktur S&P Global.
(dsp)


























