Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Maria Sidabutar mengatakan, mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli merupakan bagian dari upaya mendorong bisnis lokal naik kelas dan memasuki pasar internasional. Dalam Trade Expo Indonesia, pelaku usaha dapat bertemu dengan pembeli maupun pemasok untuk menjajaki peluang kerja sama.
“Trade Expo Indonesia ini mengundang semua, baik buyer maupun supplier, yang punya minat untuk menggolkan atau menyukseskan proses ekspor mereka,” kata Maria.
Menurut Maria, peluang pasar produk Indonesia masih terbuka, termasuk untuk komoditas makanan dan minuman, rempah-rempah, serta produk kerajinan. Namun, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan dan ketentuan di setiap negara tujuan agar produk dapat diterima oleh konsumen.
“Di setiap negara itu akan ada syarat-syarat yang mungkin berbeda satu sama lain,” ujarnya.
Maria menjelaskan, perbedaan tersebut dapat mencakup komposisi produk, sertifikasi, kemasan, hingga pelabelan. Selain memenuhi persyaratan, produsen juga perlu menyesuaikan karakteristik produk dengan preferensi konsumen di pasar yang dituju.
“Selera pasar itu harusnya membuat kita lebih berinovasi,” kata Maria.
CV Centerindo Kurnia Tritama mengembangkan beragam produk minuman berbahan rempah dan tanaman herbal, termasuk wedang uwuh, wedang telang, dan wedang rosella. Produk perusahaan dipasarkan melalui sejumlah merek, antara lain Denbagus, Denayu, Wedangku, Vvan Jogja, dan DjawaKu.
Yani mengatakan, perusahaannya telah mengembangkan hampir 50 varian produk. Meski demikian, permintaan pasar terhadap setiap varian berbeda-beda.
“Produk kami hampir 50-an varian yang sudah beragam. Tapi, yang keluar itu kebanyakan wedang uwuh,” katanya, merujuk pada produk minuman herbal yang menjadi salah satu andalan perusahaan.
Perusahaan tersebut telah menjajaki pasar sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Singapura, dan Turki. Yani mengatakan, produk minuman herbalnya juga berpeluang menjangkau konsumen lokal di negara tujuan, tidak hanya masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri.
Untuk pasar Jerman, perusahaan memiliki produk dengan kemasan berbahasa setempat. Yani menceritakan, dalam pertemuan di TEI 2026, seorang calon pembeli tertarik pada produk tersebut dan mulai membicarakan jumlah serta harga.
“Dia lihat kemasan kami yang sudah Jerman. Ini kemasan berbahasa full Jerman,” ujarnya.
Yani mengatakan, calon pembeli itu kemudian menunjukkan minat terhadap salah satu varian produk. “Pertamanya seribu pack. Terus ini, ya sudah Bu, dua ribu,” katanya, menggambarkan pembicaraan mengenai jumlah pesanan dan negosiasi harga.
Selain memasarkan produk dengan merek sendiri, CV Centerindo Kurnia Tritama melayani produksi berdasarkan permintaan pembeli melalui skema original equipment manufacturing (OEM) atau private label. Skema tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan.
“Kami juga melayani OEM, atau private label,” ujar Yani.
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan turut bekerja sama dengan pemasok lokal, terutama dari wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Perusahaan juga memenuhi permintaan bahan baku tertentu dari wilayah lain sesuai kebutuhan pembeli.
Di sisi lain, Yani mengatakan, fasilitasi LPEI membantu perusahaan memperluas pemahaman mengenai perdagangan internasional dan memperoleh informasi mengenai dukungan pembiayaan ekspor.
“Kami di sini banyak literasi-literasi tentang pasar, ekspor-impor dan sebagainya. Kemudian kami juga difasilitasi pendanaan untuk ekspor,” ujarnya.
Maria mengatakan, Indonesia Eximbank juga menyediakan Coaching Program for New Exporters (CPNE) untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan ekspor. Pendampingan disesuaikan dengan tingkat perkembangan bisnis, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan negara tujuan dan kebutuhan pembiayaan, asuransi, serta penjaminan.
“Artinya menyiapkan para pelaku usaha yang sebelumnya fokusnya di domestik bisnis, kemudian kita mau dorong naik kelas supaya bisa merambah ke mancanegara ekspor,” kata Maria.
Melalui pendampingan dan fasilitasi akses pasar, Indonesia Eximbank berupaya membantu UMKM membangun kapasitas bisnis, memahami kebutuhan pembeli internasional, dan menjajaki peluang ekspor secara lebih luas.
(tim)

























