Logo Bloomberg Technoz

PAEI mendukung reformasi pasar modal yang dilakukan OJK dan BEI. Namun, perkumpulan analis tersebut menilai konsistensi penerapan aturan dan penegakan hukum menjadi tantangan berikutnya.

PAEI juga mendorong regulator memublikasikan perkembangan penindakan secara berkala, memperkuat pengawasan transaksi antar-akun dan antar-broker, serta meningkatkan transparansi penjatahan saham IPO.

Dalam materi pertemuan yang diperoleh dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, regulator menyampaikan bahwa reformasi pasar modal Indonesia telah menjawab sebagian kebutuhan investor dan penyedia indeks global, termasuk FTSE Russell.

MSCI disebut memberikan respons positif terhadap komunikasi regulator. Namun, dalam pertemuan dengan investor asing dan penyedia indeks global di Bangkok pada Selasa (13/10/2026), MSCI menekankan pentingnya konsistensi implementasi reformasi.

Pertemuan di Bangkok tersebut turut dihadiri OJK, Bank Indonesia (BI), Danantara, dan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Periode konsultasi tersebut berlangsung hingga 30 April 2027.

PAEI menilai regulator perlu menyusun peta jalan pemulihan kepercayaan investor yang memuat rencana aksi, tenggat waktu, penanggung jawab, serta indikator hasil yang terukur.

Perkumpulan tersebut juga mengusulkan pengembangan metodologi IHSG melalui penyesuaian bobot saham berdasarkan tingkat investabilitas, dengan mempertimbangkan free float aktual, konsentrasi kepemilikan, dan likuiditas.

Berdasarkan materi PAEI, per 13 Oktober 2026 terdapat 80 saham dalam daftar HSC. Pada September 2026, sebanyak 63 saham HSC mewakili sekitar 28,8% kapitalisasi pasar, tetapi hanya sekitar 5% dari nilai transaksi. PAEI menilai pemulihan kepercayaan investor membutuhkan perbaikan transparansi, likuiditas, dan konsistensi penegakan hukum.

(ain)

No more pages