Dalam laporan teknis yang diunggah di Hugging Face—platform daring untuk model AI, kumpulan data, dan aplikasi—perusahaan rintisan yang berbasis di Hangzhou ini menyatakan bahwa iterasi terbaru DeepSeek menghadirkan “peningkatan substansial dalam hal penalaran, pemrograman, tugas berbasis agen (agentic tasks), serta tolok ukur visual.”
Model yang dirilis pada hari Sabtu ini meningkatkan kapabilitas untuk berbagai kegunaan, mulai dari pembuatan gim hingga pemodelan 3D. Perusahaan mendeskripsikan DeepSeek-V4.1-Flash-1017 sebagai pembaruan minor dari versi sebelumnya, V4.1-Flash.
Awal pekan ini, DeepSeek sempat mengalami gangguan layanan selama sekitar lima jam yang membuat servernya tidak dapat diakses. Beberapa pakar mengaitkan masalah tersebut dengan kurangnya sumber daya komputasi yang memadai.
Dalam beberapa bulan terakhir, DeepSeek—yang menawarkan model AI dengan harga sangat kompetitif dan banyak diminati oleh para pengembang—kerap mengalami perlambatan serta gangguan layanan akibat tingginya beban pada sistem mereka. Pembaruan model pada hari Sabtu tersebut didahului oleh peluncuran sistem AI V4.1-Flash yang lebih ringkas pada awal September.
DeepSeek menawarkannya dengan potongan harga yang sangat besar, hingga menyebabkan saham para pesaingnya—seperti MiniMax Group Inc., Z.ai, bahkan raksasa Alibaba Group Holding Ltd. (yang mengandalkan model Qwen)—anjlok di bursa saham Hong Kong.
Pembaruan terkini ini dirancang untuk menjadi versi yang lebih tangguh, lebih cepat, dan lebih ringkas dibandingkan pendahulunya.
DeepSeek mengungkapkan skor tolok ukur (benchmark) untuk pembaruan terbarunya melalui platform X. Dalam pengujian Humanity’s Last Exam (HLE), model yang telah direvisi ini mencatatkan skor antara 36,8 hingga 42,6—sebuah peningkatan dibandingkan V4.1-Flash yang memperoleh skor 36,8 hingga 39,1. HLE merupakan tolok ukur yang mengukur kinerja model AI dalam menjawab ribuan pertanyaan di bidang matematika, sains, dan humaniora.
(bbn)






























