Logo Bloomberg Technoz

Presiden Israel Isaac Herzog telah menghubungi Levine untuk menyampaikan permohonan maaf atas serangan itu dan mendesak dilakukannya penyelidikan. Sementara itu, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa situasi kejadian masih belum jelas dan memerlukan bukti lebih lanjut.

Kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim di Tepi Barat belakangan ini terus meningkat. Bulan lalu, Inggris, Prancis, Kanada, dan beberapa negara lain mengumumkan penerapan sanksi terhadap permukiman Israel—sebuah langkah yang tidak diikuti oleh Amerika Serikat. Pada bulan Agustus, sekelompok pemukim sempat mengepung rumah seorang warga negara Amerika di Tepi Barat.

Terkait insiden hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Polandia menyatakan melalui media sosial bahwa sekelompok diplomat Eropa telah diserang, dengan bukti awal yang mengarah pada keterlibatan pemukim Israel. Para diplomat Polandia yang berada dalam rombongan tersebut tidak mengalami cedera, dan tidak ada indikasi bahwa mereka secara khusus menjadi target serangan, tambah kementerian tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, mengungkapkan bahwa seorang wali kota dari kota di Prancis turut diserang “oleh para pemukim ekstremis” dalam insiden hari Sabtu tersebut. Ia menegaskan bahwa otoritas Israel harus menghentikan tindakan-tindakan kekerasan ini. Baca Selengkapnya: Inggris, Prancis, dan Kanada Jatuhkan Sanksi Terkait Permukiman Israel

Kantor Netanyahu meminta agar tidak terburu-buru menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebelum penyelidikan selesai, dengan menyatakan bahwa rekaman yang ada tidak menunjukkan rangkaian peristiwa secara utuh. Pihaknya juga menekankan tidak adanya koordinasi sebelumnya dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan memperingatkan agar insiden tersebut tidak digunakan untuk mengecam seluruh penduduk Yahudi di Tepi Barat.

“Kami mengharapkan otoritas Israel untuk segera memberikan penjelasan terperinci, mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan mereka dimintai pertanggungjawaban,” ujar Kementerian Luar Negeri Polandia. “Kami juga mengharapkan langkah-langkah efektif diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.”

(bbn)

No more pages