“Jadi kita bantu nih untuk Bapak dan Ibu untuk bisa masuk di dalam global marketplace, untuk bisa menawarkan produknya, sehingga bisa dilihat oleh buyer-buyer internasional,” kata Siti.
Dukungan perluasan pasar tersebut dilengkapi pengembangan platform digital Komodoin.id. Platform ini menyediakan materi pembelajaran ekspor, pemeriksaan kesiapan usaha atau business check-up, ruang komunitas, serta akses konsultasi dengan tenaga ahli.
Pelaku usaha juga dapat mengunggah informasi produk melalui fitur akses pasar sehingga calon pembeli internasional dapat mengetahui produk yang ditawarkan. Platform ini dikembangkan untuk membantu pelaku usaha mempelajari ekspor sekaligus membangun koneksi bisnis.
Selain pemasaran, Indonesia Eximbank menjalankan Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan program pemberdayaan berbasis komunitas desa. CPNE ditujukan untuk mempersiapkan calon eksportir melalui pelatihan dan pendampingan, sedangkan program desa membantu penguatan kelembagaan, pengelolaan usaha, sertifikasi, dan sarana produksi sesuai kebutuhan.
Siti mengatakan, upaya memperluas ekspor membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam ekosistem perdagangan. Indonesia Eximbank bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Bea Cukai, serta Lembaga National Single Window.
“Indonesia Exim Bank itu enggak bergerak sendiri. Kita ada ekosistem ekspor,” ujarnya.
Melalui penguatan akses pasar, pendampingan, dan kolaborasi antarlembaga, Indonesia Eximbank menargetkan terbukanya peluang ekspor baru, baik melalui pelaku usaha baru, pengembangan produk, maupun penetrasi ke negara tujuan yang belum terjangkau.
(tim)





























