Selain menyasar konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara berperforma tinggi, mobil ini juga akan bersaing dengan SUV listrik lain yang baru saja diperkenalkan, seperti Range Rover listrik pertama dari Jaguar Land Rover serta model dari Bentley Motors Ltd, bagian dari Volkswagen AG.
SUV dengan harga tinggi ini diharapkan dapat menopang profitabilitas di tengah meningkatnya tekanan terhadap bisnis inti Mercedes. Namun, keberhasilannya bergantung pada kemampuan perusahaan dalam meyakinkan konsumen bahwa elektrifikasi tidak mengorbankan kecepatan maupun karakteristik suara mesin.
Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran produk Mercedes, dengan 40 model baru atau yang diperbarui direncanakan hadir hingga tahun 2027—banyak di antaranya menyasar segmen kendaraan paling mahal dari merek tersebut.
“Bukan rahasia lagi bahwa kendaraan kelas atas memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap profitabilitas kami,” ujar Mathias Geisen, anggota dewan untuk bidang Penjualan & Pengalaman Pelanggan, dalam acara peluncuran di Stuttgart.
Ini merupakan SUV pertama yang dikembangkan secara internal oleh AMG, berbeda dengan SUV listrik AMG yang sudah ada, yang merupakan versi spesifikasi lebih tinggi dari model-model Mercedes lainnya.
Setelah peluncuran AMG GT 4-Door Coupé awal tahun ini, GT SUV—yang akan diproduksi di pabrik Mercedes di Sindelfingen—menjadi model kedua yang berbasis pada platform kendaraan listrik AMG.
Proyek ini hadir pada saat yang krusial. Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) Mercedes mencapai rekor tertinggi pada kuartal ketiga tahun ini, dengan lonjakan sebesar 61%, bahkan di tengah penurunan total penjualan mobil secara keseluruhan.
Varian listrik dari model CLA dan GLC telah menarik minat konsumen, dengan stok yang sudah habis terjual di Eropa untuk sisa tahun 2026. Di Tiongkok, di mana total penjualan turun lebih dari 30% pada kuartal ketiga, permintaan untuk versi GLC yang dirancang khusus bagi konsumen lokal justru “lebih baik dari yang diperkirakan,” ungkap Geisen.
Jika tren pertumbuhan kuartal ketiga di Eropa dan Amerika Serikat terus berlanjut, “kami kemungkinan akan mencatatkan angka penjualan tertinggi di luar Tiongkok sejak 2019 menjelang akhir tahun ini,” katanya.
(bbn)





























