PT Imago Randau Harmoni menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan asal Hong Kong untuk penjualan produk Imago Itox Honey dan Imago Trigona Honey. Kesepakatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan RI dalam rangkaian kegiatan TEI 2026.
Pemilik Imago Raw Honey, Henry, mengapresiasi fasilitas temu bisnis yang diberikan pemerintah serta pendampingan Pertamina dalam mengembangkan usahanya. Menurutnya, dukungan tersebut membantu perusahaan meningkatkan kepercayaan diri untuk memperluas jangkauan pemasaran ke luar negeri.
"Berkat dukungan Pertamina, kami menjadi lebih percaya diri. Produk kami tidak hanya ditargetkan untuk pasar Hong Kong, tetapi juga merambah ke Makau dan Maladewa dengan pengiriman secara bertahap selama satu tahun ke depan," ujarnya.
Rencana pengiriman secara bertahap ke sejumlah negara tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pasar ekspor. Selain membangun hubungan dagang baru, peluang ini juga membuka ruang bagi produk madu lokal untuk menjangkau konsumen internasional.
Sementara itu, PT Arjuna Triple Nine membawa Famchips, produk camilan sehat berbahan dasar buah dan sayuran, untuk memperluas kerja sama bisnis. Perusahaan tersebut melanjutkan kerja sama dengan mitra asal Singapura sekaligus menjajaki peluang pengembangan pasar di Oman.
Direktur PT Arjuna Triple Nine, Hari Mastutik, menyebut fasilitas yang diperoleh melalui Pertamina dalam TEI 2026 sebagai kesempatan penting untuk mengembangkan bisnisnya, terutama untuk menjangkau pembeli dari kawasan Timur Tengah.
"Penandatanganan MoU ini sangat berarti karena sejak dulu saya berharap bisa mendapatkan pembeli dari Timur Tengah. Terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pertamina," ungkapnya.
Kerja sama yang dijajaki dengan mitra dari Oman dilatarbelakangi ketertarikan terhadap produk camilan berbasis buah dan sayuran yang diproduksi Famchips. Agung Handoko, salah satu mitra yang menjalin kerja sama dengan Famchips, mengatakan kualitas dan keunikan produk menjadi pertimbangan dalam pengembangan bisnis tersebut.
"Investor saya dari Oman, mengidentifikasi bahwa produk yang dihadirkan bagus juga spesial. Oleh karenanya kami melakukan investasi dan memfasilitasi agar UMKM bisa semakin berkembang, diantaranya melalui penandatanganan MoU ini', tuturnya
Pertamina Perkuat Pendampingan UMKM Berorientasi Ekspor
Keterlibatan 30 mitra binaan dalam TEI 2026 merupakan bagian dari upaya Pertamina memperluas akses pasar bagi UMKM. Melalui pameran berskala internasional, para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan menjajaki kerja sama dengan pembeli potensial dari berbagai negara.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, keikutsertaan mitra binaan dalam pameran tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis hingga pasar global.
Menurut Baron, partisipasi dalam pameran dagang perlu didukung dengan peningkatan kompetensi pelaku usaha. Karena itu, Pertamina secara konsisten memberikan pendampingan dan pelatihan, termasuk pelatihan ekspor serta teknik promosi sebelum pelaksanaan TEI 2026.
Pembekalan tersebut ditujukan untuk membantu UMKM mempersiapkan produk dan strategi pemasaran saat berhadapan dengan calon pembeli internasional. Pelaku usaha juga didorong memahami peluang pasar serta membangun komunikasi bisnis yang dapat membuka jalan bagi kerja sama jangka panjang.
Pertamina turut memfasilitasi mitra binaan untuk mengikuti berbagai pameran di tingkat nasional maupun internasional. Melalui kegiatan tersebut, UMKM diharapkan dapat memperluas jejaring usaha, bertemu dengan calon pembeli, dan menemukan mitra yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis.
"Pertamina terus memberikan pendampingan, pembinaan, dan pelatihan berjenjang guna meningkatkan kompetensi serta daya saing para mitra binaan agar semakin siap dan tangguh di kancah global," pungkas Baron.
TEI Jadi Akses UMKM Menjangkau Pembeli Internasional
TEI merupakan salah satu ajang perdagangan internasional yang mempertemukan produsen Indonesia dengan pembeli dan investor dari berbagai negara. Bagi UMKM, forum ini memberikan kesempatan untuk menguji potensi produk di pasar global sekaligus membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Kesepakatan yang dicapai mitra binaan Pertamina pada hari pertama pameran memperlihatkan peran temu bisnis dalam mempertemukan produk lokal dengan kebutuhan pasar luar negeri. Produk madu dan camilan berbasis buah serta sayuran menjadi contoh komoditas yang berpeluang dikembangkan melalui kerja sama lintas negara.
Meski demikian, perluasan pasar ekspor juga membutuhkan kesiapan dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, strategi pemasaran, serta konsistensi pemenuhan pesanan. Pendampingan dan pelatihan menjadi bagian penting untuk membantu pelaku usaha menghadapi kebutuhan tersebut.
Dengan mengikutsertakan 30 mitra binaan dalam TEI 2026, Pertamina berupaya menghubungkan pengembangan kapasitas UMKM dengan peluang transaksi dan kemitraan internasional. Potensi transaksi lebih dari Rp3,28 miliar pada hari pertama menjadi salah satu capaian awal dari partisipasi tersebut.
Ke depan, dukungan terhadap UMKM diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pameran, tetapi berlanjut pada realisasi kerja sama dan perluasan pasar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk Indonesia sekaligus mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal memasuki rantai perdagangan global.
(tim)





























