Berdasarkan data perusahaan, dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali pada 16 Oktober 2026 dengan total muatan 20 juta liter Pertalite. Kedatangan pasokan tersebut menjadi bagian dari langkah untuk menjaga ketersediaan energi sekaligus mempercepat pemulihan layanan di wilayah tersebut.
Pasokan BBM Bali Diperkuat hingga 48 Juta Liter
Tambahan pasokan 20 juta liter Pertalite tersebut didistribusikan melalui dua fasilitas penerimaan BBM. Sebanyak 16 juta liter disalurkan melalui Integrated Terminal Manggis menggunakan kapal MT Pangkalan Brandan, sedangkan 4 juta liter lainnya diterima melalui Fuel Terminal Sanggaran menggunakan kapal MT Asian Rigel.
Per 17 Oktober 2026, stok BBM di Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis telah ditingkatkan hingga sekitar 48 juta liter. Penguatan stok ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat dan memberikan ruang bagi percepatan distribusi ke SPBU.
Selain pasokan yang telah tiba, Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga juga memperkuat suplai sekitar 57,9 juta liter BBM yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14 hingga 17 Oktober 2026. Kedatangan pasokan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kesinambungan penyaluran di tengah upaya pemulihan.
Penambahan stok menjadi salah satu langkah penting, tetapi distribusi dari terminal ke SPBU juga perlu berjalan optimal agar BBM dapat segera diakses masyarakat. Karena itu, Pertamina mengombinasikan penguatan pasokan dengan penyesuaian operasional dan pengerahan armada di lapangan.
Untuk mendukung penyaluran, perusahaan mengoperasikan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 Awak Mobil Tangki (AMT). Armada dan personel tersebut dikerahkan untuk mempercepat pengiriman BBM, terutama ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Pertamina juga mengoptimalkan operasional terminal dan memperluas layanan sejumlah SPBU selama 24 jam. Langkah tersebut diharapkan memperbesar kesempatan penyaluran BBM dan membantu mengurai antrean kendaraan di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan.
Sebagai alternatif pelayanan, Pertamina turut menyediakan penjualan BBM secara literan. Layanan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membantu masyarakat memperoleh BBM selama proses pemulihan distribusi berlangsung.
Pertamina Pantau Distribusi hingga SPBU
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, tambahan pasokan harus diikuti pengaturan distribusi yang responsif. Perusahaan memprioritaskan penyaluran ke SPBU yang masih menghadapi peningkatan kebutuhan dan antrean kendaraan.
“Pasokan yang telah tiba kami dorong segera tersalurkan melalui penguatan armada, personel, dan operasional terminal. Kami juga terus memantau kondisi SPBU dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar kendala distribusi dapat segera ditangani,” jelas Baron.
Menurut Baron, pemantauan kondisi SPBU dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi persoalan distribusi secara lebih cepat. Dengan begitu, penyesuaian penyaluran dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan tambahan BBM yang tersedia di terminal dapat diteruskan ke titik pelayanan. Optimalisasi armada dan personel menjadi salah satu faktor pendukung agar proses pengiriman berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pertamina menyatakan akan terus mengevaluasi perkembangan langkah pemulihan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga. Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas penambahan pasokan, pengoperasian armada, dan penyesuaian jam layanan SPBU.
Perusahaan juga memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk mengatasi kendala yang muncul selama proses distribusi. Pendekatan ini diharapkan membantu mempercepat pemulihan layanan sekaligus menjaga ketersediaan BBM di berbagai wilayah Bali.
Pemulihan Distribusi Dukung Aktivitas Ekonomi Bali
Kelancaran distribusi BBM memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Bali. Ketersediaan bahan bakar dibutuhkan untuk mendukung transportasi, kegiatan usaha, serta operasional sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Gangguan distribusi berpotensi memengaruhi kegiatan masyarakat apabila akses terhadap BBM terbatas. Karena itu, percepatan penyaluran tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dengan upaya menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi.
Melalui penguatan stok, penambahan armada, dan optimalisasi operasional SPBU, Pertamina berupaya memastikan pasokan yang tersedia dapat menjangkau masyarakat secara bertahap. Perusahaan juga menempatkan pemantauan lapangan sebagai bagian penting dalam mengidentifikasi kebutuhan dan merespons perubahan kondisi distribusi.
Pertamina menegaskan pengerahan sumber daya akan terus dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah. Koordinasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berangsur kembali normal.
Dengan tambahan pasokan dan penguatan jaringan distribusi, Pertamina berharap kebutuhan energi masyarakat Bali dapat terpenuhi, sekaligus mendukung mobilitas, aktivitas usaha, dan sektor pariwisata selama proses pemulihan berlangsung.
(tim)






























