Mengutip keterbukaan informasi, Haji Isam menggadai seluruh saham pengendali JARR PT Eshan Agro Sentosa ke BMRI pada 30 September 2026.
Selain itu, Haji Isam turut menjaminkan saham pengendali PGUN di antaranya PT Baramega Citra Mulia Persada, PT Citra Agro Raya dan PT Araya Agro Lestari.
Adhika mengatakan, fasilitas kredit tersebut juga mempertimbangkan tiga pilar kualitas kredit sesuai ketentuan regulator, serta dijamin dengan fixed maupun non fixed asset serta saham kedua emiten tersebut.
Penilaian saham yang digunakan sebagai agunan tambahan, kata dia, juga telah sesuai Pasal 4 POJK 40/2017 dan kebijakan internal, di mana agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder dan dinilai secara konservatif.
"Pemberian fasilitas kredit juga mempertimbangkan realisasi bisnis ekosistem Jhonlin Group di berbagai industri dengan bank, potensi bisnis ke depan, termasuk pengenaan pricing mempertimbangkan profitabilitas bank," tutur dia.
Sebelumnya, Direktur Utama JARR Indra Irawan memastikan akta gadai saham pengendali perseroan itu juga dilakukan lewat prosedur yang wajar dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
“Perseroan menegaskan bahwa gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan,” kata Indra dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (7/10/2026).
Crossing Saham
Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low resmi melepas 10,84 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada Haji Isam lewat pasar negosiasi, Rabu (7/10/2026).
Lewat kesepakatan transaksi itu, Dato' Low Tuck Kwong mengalihkan 10.067.421.703 saham biasa BYAN kepada Haji Isam. Sementara itu, Elaine Low melepas 16.666.667 saham biasa kepada konglomerat asal Kalimantan Selatan tersebut.
Dengan demikian, Haji Isam lewat kendaraan investasinya, PT Jhonlin Baratama resmi menguasai sekitar 10,08 miliar saham BYAN dari divestasi bagian Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya atau 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
“Perseroan telah menerima surat-surat pemberitahuan dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low tertanggal 8 Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa transaksi yang dimaksud dalam PJBS telah diselesaikan,” dikutip dari keterbukaan informasi manajemen BYAN, Jumat (9/10/2026).
Mengutip keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan putrinya melepas saham BYAN di harga Rp2.588 per saham sesaat setelah pembukaan perdagangan Rabu lalu.
Harga pelaksanaan crossing saham itu lebih rendah 80,76% dari harga pembukaan BYAN pada perdagangan Rabu lalu di level Rp13.450 per saham.
Lewat harga diskon itu, Haji Isam menguasai 30,25% saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan putrinya dengan nilai transaksi sekitar Rp26,09 triliun.
Belakangan, porsi Dato' Low Tuck Kwong tergerus sisa 3,31 miliar saham atau setara 9,95% dari saham beredar BYAN. Di sisi lain, Elain Low memiliki sekitar 7,35 miliar saham biasa BYAN sekitar 22,05% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
(ibn/naw)



























