Logo Bloomberg Technoz

India, produsen gula terbesar kedua di dunia, menghadapi prospek panen yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya setelah fenomena El Niño yang kuat berkontribusi terhadap musim monsun terlemah dalam lebih dari satu dekade. Kondisi ini memperketat ketersediaan gula di pasar.

India semakin banyak memanfaatkan tebu dan biji-bijian untuk memproduksi etanol sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor minyak sekaligus menyediakan sumber pendapatan tambahan bagi petani. Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi memajukan target pencampuran etanol sebesar 20% ke dalam bensin lima tahun lebih awal dari jadwal semula dan berhasil mencapai target tersebut pada 2025.

Pemasok yang berpartisipasi dalam tender terbaru tersebut dapat menawarkan etanol yang diproduksi dari molase C-Heavy, biji-bijian pangan yang rusak, kelebihan pasokan beras yang dibeli oleh Food Corporation of India, jagung, serta bahan baku lain yang diizinkan berdasarkan Kebijakan Nasional tentang Bahan Bakar Nabati.

(bbn)

No more pages