Kebijakan itu memberi Trump waktu 30 hari untuk mengenakan tarif 100% terhadap seluruh barang dari lima pembeli terbesar minyak mentah Rusia. Kebijakan tersebut juga akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah entitas Rusia dan mengenakan tarif 500% terhadap seluruh impor produk energi Rusia ke AS. Tenggat waktu satu bulan itu akan berakhir pada 18 Oktober.
Ketentuan tersebut bertentangan dengan rencana Trump yang diumumkan pekan lalu untuk bekerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam melepas pasokan solar Rusia ke pasar global. Trump berupaya menurunkan harga solar di AS yang bertahan di level rekor tertinggi, hanya beberapa pekan sebelum pemilihan pada 3 November.
Pengecualian tarif tersebut berisiko memicu penolakan baru dari anggota Kongres, termasuk banyak anggota Partai Republik yang geram atas keputusannya terkait ekspor solar Rusia. Kelompok bipartisan yang terdiri dari sejumlah senator menandatangani surat pada pekan ini, mendesak Trump membatalkan kesepakatan dengan Putin dan memberlakukan ketentuan dalam Graham Act.
Pengecualian tersebut juga menghindarkan Trump dari potensi benturan dengan pembeli utama produk energi Rusia, yakni China, India, dan Turki.
Graham, senator Partai Republik dari South Carolina yang telah lama memperjuangkan dukungan bagi Ukraina, menyusun rancangan undang-undang tersebut sebelum meninggal pada Juli. Pengesahannya dipandang sebagai salah satu cara untuk menghormati mendiang senator tersebut. Graham berulang kali menyebut sanksi semacam itu sebagai kunci untuk membawa Putin ke meja perundingan guna mengakhiri invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima.
(bbn)



























