"Nah itu yang kami juga terus terang surprise, banyak pihak yang surprise. Kok bisa jauh lebih awal, biasanya kan seminggu atau dua minggu dengan pengumuman final itu di November. Ini lebih awal hampir sebulan sebelumnya, itu terus terang di luar perkiraan kami juga," tegas Iding.
Sikap terkejut senada juga dilayangkan Pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan bahwa delegasi Indonesia dan Danantara sempat bertemu langsung dengan pihak MSCI di Bangkok pada Selasa (13/10/2026), tepat dua hari sebelum usulan reklasifikasi tersebut diumumkan secara terbuka pada Kamis (15/10/2026).
"Kenapa sudah ketemu di Thailand kemarin [MSCI] enggak bicara masalah ini? Kan ada tanda tanya besar. Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum. Tentu kami lihat saja tetapi kami tidak boleh suudzon," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Airlangga menekankan bahwa akselerasi jadwal konsultasi oleh MSCI ini akan disikapi melalui koordinasi ketat bersama BEI, khususnya untuk merapikan teknis serta linimasa perbaikan pasar modal.
MSCI sendiri memberi perpanjangan masa konsultasi hingga April 2027 sebelum mengambil keputusan akhir pada Juni 2027. Menurutnya, tenggat waktu ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemangku kebijakan untuk membuktikan realisasi perbaikan yang telah dijanjikan.
"Ini menjadi catatan bagi kami ke depan bahwa reform itu harus dijalankan dan progresnya harus kelihatan terutama bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," tutur Airlangga.
Berdasarkan dokumen resmi MSCI per Kamis (15/10/2026), usulan penurunan kasta ke Standalone Market dipicu oleh penilaian para pelaku pasar global yang menganggap progres perbaikan di Bursa Indonesia belum konsisten.
MSCI menggarisbawahi masih tingginya kekhawatiran terkait disfungsi pasar, maraknya dugaan transaksi terkoordinasi (manipulative trading), serta minimnya pembuktian penegakan hukum yang konkret.
(smr/wep)




























