Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung, dan gangguan pernapasan lainnya. Kelompok tersebut perlu mengurangi paparan asap sebanyak mungkin.
Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, masyarakat dapat menutup jendela dan pintu ketika udara di luar berasap. Penggunaan penyaring udara atau air purifier juga dapat dipertimbangkan apabila tersedia.
Masyarakat juga perlu menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih. Apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, mata perih atau merah, sakit tenggorokan, pusing, maupun nyeri dada, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.
Di sisi lain, masyarakat diimbau menghindari sumber polusi tambahan, termasuk pembakaran sampah. Penggunaan kendaraan bermotor juga dapat dikurangi apabila memungkinkan untuk membantu menekan penambahan polusi udara.
Sementara itu, pemerintah daerah dan instansi terkait perlu meningkatkan pemantauan kualitas udara serta menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat apabila kondisinya memburuk.
"Penyediaan layanan kesehatan bagi kelompok rentan dan pertimbangan pembatasan kegiatan luar ruangan juga dapat dilakukan apabila indeks kualitas udara mencapai kategori tidak sehat," pungkas dia.
(dec/wep)


























