Logo Bloomberg Technoz

Dia menilai bahwa pelemahan harga saham saat ini tidak mencerminkan kondisi riil emiten-emiten di Indonesia.

“Kalau kita lihat valuasi dari perusahaan-perusahaan kita yang melantai di bursa, termasuk yang dimiliki oleh badan usaha milik negara, valuasinya sangat boleh dikatakan rendah pada saat ini karena terjadinya koreksi,” tambahnya.

Sebagai entitas pengelola investasi negara, Danantara menegaskan posisinya yang berfokus pada pertumbuhan nilai jangka panjang ketimbang spekulasi jangka pendek.

“Justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya, karena kami di Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment, bukan sebagai investor in and out yang anytime bisa masuk dan keluar,” tegas Rosan.

Berdasarkan hasil analisis mendalam, kondisi keuangan serta operasional korporasi di dalam negeri dinilai tetap tangguh menghadapi gejolak pasar global maupun domestik.

“Contohnya kalau kita lihat dari sektor perbankan kita sangat baik dan solid, tetapi valuasinya mungkin di bawah one time price-to-book value dan ini di bawah average dari median valuasi di peers industri-nya. Belum lagi di sektor infrastruktur, sektor telekomunikasi, dan lain-lain,” terangnya.

Danantara juga mengindikasikan kesiapannya untuk bergerak bersama jejaring ekosistem investasinya guna mengoptimalkan potensi pemulihan harga saham.

IHSG Sempoyongan

IHSG melanjutkan tren pelemahan pada Sesi II perdagangan Jumat (16/10/2026). Hingga pukul 14:45 WIB, IHSG tercatat turun 11,33% dan 663,9 poin ke level 5.199,87.

Sepanjang perdagangan intraday, IHSG bergerak di rentang 5.404,5 hingga 5.193,22, dengan level pembukaan di 5.393,92.

Tekanan jual terlihat merata di seluruh sektor, seiring meningkatnya aktivitas transaksi di pasar reguler.

Pelemahan IHSG pada Sesi II terjadi secara luas di berbagai sektor. Saham–saham barang baku mencatat penurunan terdalam drop 13,3%, disusul saham infrastruktur yang ambles 12,7% dan saham perindustrian jatuh 11,9%.

Tekanan juga terlihat pada saham–saham energi yang terkoreksi 11,8%, saham konsumen non primer turun 10,9%, serta saham kesehatan yang melemah 10,6%.

(smr/naw)

No more pages