Logo Bloomberg Technoz

PISAgro Perkuat Peran Petani Perempuan untuk Ketahanan Pangan RI


(Dok. PISAgro)
(Dok. PISAgro)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perempuan berperan penting dalam sistem pangan Indonesia, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi. Namun, akses terhadap pembiayaan, pelatihan, teknologi, dan pengambilan keputusan masih menjadi tantangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) memperkuat pemberdayaan petani perempuan melalui Women Empowerment Working Group (WEWG), termasuk dengan menyusun PISAgro General Guideline on Women Empowerment sebagai panduan untuk membangun sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pendampingan Petani Berorientasi pada Peningkatan Kesejahteraan

Anggota Dewan PISAgro, Raoul Oberman, dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10), menekankan pentingnya memahami kebutuhan petani, terutama terkait peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Kami harus berbicara dalam bahasa mereka untuk memahami apa yang menjadi kebutuhan utama mereka. Seperti berapa pendapatan mereka tahun depan? Apakah anak laki-laki atau perempuan mereka nantinya akan mengikuti langkah orang tuanya juga menjadi petani?” ujarnya.

Sementara itu, Co-Chair PISAgro, Franky OeOesman Widjaja, mendorong penerapan skema Inclusive Closed Loop yang menghubungkan petani dengan perusahaan dan pembeli hasil panen (offtaker), disertai pendampingan praktik pertanian dari pengolahan lahan hingga pascapanen.

Model yang telah diterapkan di sektor kelapa sawit ini diharapkan dapat direplikasi pada komoditas lain untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan mendorong harga jual yang layak, termasuk bagi petani perempuan.

Memperluas Akses Pembiayaan, Teknologi, dan Kelembagaan

Dalam lokakarya Women Empowerment in Agriculture: Voices from the Field di Jakarta, Rabu (20/5), Penyuluh Pertanian Ahli Madya Dinas Pertanian Jakarta, Masyita Taqwa, menekankan pentingnya penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT), literasi keuangan, pengolahan pangan bernilai tambah, serta pengembangan usaha berbasis pangan lokal.

Pemimpin Women Empowerment Working Group PISAgro, Suandi Tanuwijanto, menegaskan bahwa petani perempuan merupakan mitra strategis dalam rantai nilai pertanian, bukan sekadar penerima manfaat program sosial. Kontribusi mereka dalam pascapanen, pengendalian mutu, dan pengelolaan usaha turut mendukung peningkatan produktivitas.

Meski demikian, keterbatasan akses terhadap teknologi dan informasi serta tanggung jawab domestik masih menjadi hambatan bagi perempuan dalam mengembangkan usaha dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

Kolaborasi Program Pemberdayaan Perempuan di Berbagai Daerah

(Dok. PISAgro)

Melalui WEWG, PISAgro bersama para anggotanya menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan, antara lain:

  • Ibu Hebat dan THRIVE bersama Corteva, yang mendorong petani perempuan dan pelaku usaha lokal menjadi community resource persons untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian dan meningkatkan produktivitas.
  • GrowHer: Kakao bersama Save the Children di Sulawesi Selatan, yang memperkuat akses sumber daya bagi ribuan petani perempuan melalui literasi keuangan, Village Savings and Loan Associations (VSLA), dan Gender Action Learning System (GALS). Program ini juga mencakup penguatan relasi keluarga, mitigasi kekerasan berbasis gender, serta perlindungan anak.
  • BENTA bersama Mercy Corps Indonesia dan The Starbucks Foundation di Jawa Barat dan Sumatera Utara, yang berfokus pada kesehatan, ketahanan keuangan, serta pengembangan usaha inklusif bagi perempuan petani kopi dan perempuan muda.
  • PT SMART Tbk., yang memperkuat perlindungan pekerja perempuan di sektor kelapa sawit dengan mengacu pada regulasi nasional dan standar keberlanjutan global.

Berbagai inisiatif tersebut telah dipaparkan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 22 Januari 2026 untuk memperluas kolaborasi, termasuk dalam penguatan koperasi dan kelompok tani inklusif.

PISAgro Jangkau 2,8 Juta Petani di Indonesia

Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Syafaat, menyampaikan bahwa kolaborasi PISAgro dengan pemerintah dan sektor usaha telah menjangkau sekitar 2,8 juta petani di Indonesia, dengan 10–15% di antaranya merupakan perempuan.

Melalui perluasan akses terhadap pelatihan, pembiayaan, teknologi, dan kelembagaan, PISAgro berkomitmen meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta peran perempuan dalam pengambilan keputusan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel Terkait