Selain itu, antrean kendaraan cukup panjang terjadi di SPBU Jalan Diponegoro. Meski begitu, stok Pertalite di SPBU ini tidak kosong.
"Pertalite masih tersedia di SPBU Jalan Diponegoro, meski antrean kendaraan cukup panjang," bunyi keterangan akun tersebut.
Bagaimanapun, Area Manager Communication, Relations & CSR for PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengklaim per hari ini, tidak ada SPBU yang mengalami kekosongan Pertalite.
"Pantauan kami tidak ada SPBU yang kosong sampai dengan hari ini. Kami punya sistem secara aktual memonitor secara real time ketersediaan semua produk di seluruh SPBU wilayah kami," kata Ahad, disitir dari Radio Suara Surabaya.
Dia pun memberikan perincian per pagi tadi stok di sembilan SPBU tersebut sudah terisi kembali.
1. SPBU Tidar tersedia 26.000 liter pertalite
2. SPBU Arjuna ada 27.000 liter pertalite
3. SPBU Margarejo ada 33.000 liter
4. SPBU Nginden ada 24.000 liter
5. SPBU Bratang ada 21.000 liter
6. SPBU Jemursari ada 28.000 liter
7. SPBU Ngagel ada 36.000 liter
8. SPBU Rajawali ada 22.000 liter
9. SPBU Jalan Semarang ada 18.000 liter.
Gangguan pasok dan antrean panjang pembelian BBM beberapa waktu terakhir melanda berbagai daerah di Tanah Air.
Di Jawa Timur sendiri, gangguan pasok dilaporkan tidak hanya terjadi di Surabaya. Sebelumnya, fenomena antrean panjang pembelian BBM dialami sejumlah SPBU Malang, Jember hingga Bondowoso.
Kelangkaan tersebut sebenarnya telah terjadi sejak awal Oktober 2026. Kondisi ini membuat para pengendara kesulitan mencari BBM bersubsidi hingga rela mengantre panjang di SPBU yang masih memiliki stok.
Stok Pertalite Turun
Pada perkembangan lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia hari ini mengakui stok BBM RON 90 atau JBKP Pertalite secara nasional sudah turun ke level 16—18 hari dari level 18—20 hari, gegara migrasi konsumsi dari Pertamax.
Bahlil menyatakan hanya bensin RON 90 yang saat ini stoknya berada di bawah 20 hari, tetapi dia mengklaim hal tersebut tidak menandakan bahwa saat ini Indonesia mengalami kekurangan BBM.
"Oh, sekarang lagi proses pencampuran kan. Di kilang itu kan ada, kalau kita kan RON 90, yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Kalau Solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue. Enggak ada masalah," kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).
Bahlil pun berjanji untuk mengembalikan pasokan bensin RON 90 ke level 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan.
Dia menyatakan migrasi konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi terjadi gegara lebarnya disparitas harga Pertalite dengan Pertamax.
"Akan tetapi, secara standar nasional oke. Mungkin untuk mencapai di angka 20 itu ya kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai. Namun, [posisi cadangan saat ini] di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak. Itu maksudnya," ucap Bahlil.
(ros/wdh)



























