“Tekanan bearish berpotensi berlanjut, tetapi Indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 5.745–5.920 selama belum ada katalis signifikan,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas,
Jika support 5.745 ditembus, risiko pelemahan terbuka menuju 5.600. Sebaliknya, resistance 5.920–6.000 menjadi area konfirmasi pemulihan.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MYOR, BSDE, dan PWON.
Sentimennya, melansir Phintraco Sekuritas, penyedia Indeks global MSCI membuka konsultasi terkait usulan penurunan klasifikasi Bursa Saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pelaku pasar keuangan global diundang memberikan masukan tertulis hingga 30 April 2027. Adapun keputusan final mengenai status Indonesia akan diumumkan pada atau sebelum 30 Juni 2027.
Singkatnya, MSCI berencana menurunkan status Indonesia, kecuali jika proses konsultasi menemukan bukti adanya pemulihan tata Kelola dan fungsi pasar yang meyakinkan. Konstituen di dalamnya tidak digabungkan ke dalam indeks acuan global gabungan seperti MSCI Emerging Market Index.
“Berdasarkan perkembangan tersebut, diperkirakan dalam jangka pendek pasar modal Indonesia akan cenderung mengalami tekanan jual dan berfluktuasi tinggi,” terang Phintraco.
Terlebih lagi, investor juga mencerna data yang mengindikasikan inflasi yang terus berlanjut.
Inflasi produsen (PPI) bulan September Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan sebesar 1,3% month–to–month dan 6,3% year–on–year, yang merupakan peningkatan inflasi bulanan maupun tahunan terbesar sejak tahun 2022. Data inflasi PPI September tersebut meningkat dari 0,5% mtm dan 5,6% yoy.
Harga minyak juga bertahan di level tinggi, WTI melejit di atas US$97/barel dan Brent kembali menembus US$105/barel, seiring potensi gangguan pasokan menyusul serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham INTP, ASII, UNTR, BBNI, BMRI, dan BBRI.
CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, dibukanya kemungkinan diubahnya status pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market oleh MSCI diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.790–5.715 dan resistance 5.940–6.010,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham CMRY, PWON, KLBF, AMMN, AALI, dan PGAS.
Panin Sekuritas menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi, potensi penurun status dari MSCI, melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini, tekanan terhadap rupiah.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MYOR, DMAS, dan DSNG.
(fad)






















