Logo Bloomberg Technoz

Harga emas berhasil bangkit usai turun tiga hari beruntun, Selama tiga hari tersebut, harga terpangkas lebih dari 2%.

Oleh karena itu, sepertinya harga emas sekarang sudah ‘murah’. Ini yang mungkin kemudian memicu investor untuk melakukan aksi borong sehingga harga terdongkrak.

Selain itu, dinamika di pasar keuangan juga menjadi ‘berkah’ buat emas. Kemarin, pasar saham global mengalami aksi jual massal (sell-off). Arus modal mengalir deras ke pasar obligasi, yang kemudian menurunkan imbal hasil (yield).

Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun jatuh 10 basis poin (bps) ke 5,087% pada perdagangan kemarin. Ini menjadi yang terendah sejak 22 September atau lebih dari tiga minggu terakhir.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat instrumen lain menawarkan imbalan yang lebih sedikit.

“Penguatan dolar AS juga sedikit terpangkas, dan penurunan yield tentu membantu. Namun saya masih ragu mengenai pembalikan ini menjadi pertanda bahwa fase koreksi sudah berakhir,” tegas Fawad Razaqzada, Analis di Forex.com, seperti dikabarkan Bloomberg News.

(aji)

No more pages