Logo Bloomberg Technoz

Awal bulan ini, Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi yang menewaskan setidaknya 19 orang, sebagian besar di ibu kota. Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Turki Al-Maliki, mengatakan dalam pengarahan yang disiarkan televisi bahwa kelompok tersebut telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sebanyak 20 kali sepanjang Oktober.

Al-Maliki mengatakan Arab Saudi akan terus memberikan dukungan udara bagi operasi darat pemerintah Yaman. Houthi menggulingkan rezim Yaman pada 2015 dan bertahan dari kampanye pengeboman yang dipimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebelum gencatan senjata tercapai pada 2022.

Houthi sebagian besar tidak terlibat dalam perang AS-Israel melawan Iran hingga kelompok tersebut mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi pada Juli. Mereka berdalih kerajaan itu sedang mengepung sejumlah wilayah di Yaman.

Pertempuran meningkat pada awal September ketika Houthi mulai melancarkan serangan terhadap Arab Saudi hampir setiap hari, termasuk dengan menargetkan fasilitas energi. Kelompok tersebut juga bergerak ke selatan dari basis kekuatannya di Yaman barat laut menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit strategis yang penting bagi kapal tanker energi dan kapal kontainer yang melintas antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.

Pertempuran kembali meningkat pada awal Oktober setelah koalisi mengumumkan operasi besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi dan “melenyapkan” kelompok tersebut.

Al-Maliki mengatakan Houthi menerima “teknologi canggih dengan bantuan pihak-pihak regional” dalam pengarahan tersebut. Ia menambahkan bahwa Arab Saudi memiliki kemampuan untuk menggagalkan ancaman terhadap wilayahnya maupun Selat Bab el-Mandeb.

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi berlanjut pada Kamis dengan menyasar sejumlah wilayah, termasuk kawasan selatan dan Khamis Mushait, yang terletak di dekat perbatasan Yaman, menurut pernyataan koalisi.

(bbn)

No more pages