Logo Bloomberg Technoz

Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun jatuh 10 basis poin (bps) ke 5,087% pada perdagangan kemarin. Ini menjadi yang terendah sejak 22 September atau lebih dari tiga minggu terakhir.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat instrumen lain menawarkan imbalan yang lebih sedikit.

“Penguatan dolar AS juga sedikit terpangkas, dan penurunan yield tentu membantu. Namun saya masih ragu mengenai pembalikan ini menjadi pertanda bahwa fase koreksi sudah berakhir,” tegas Fawad Razaqzada, Analis di Forex.com, seperti dikabarkan Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (16/10/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 43. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 berada di 69. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, sepertinya harga emas berisiko turun lagi. Support terdekat ada di rentang US$ 4.149.4.148/troy ons.

Waspadai pivot point US$ 4.144/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas bisa saja ambruk ke level US$ 4.128-4.066/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 4.034/troy ons.

Namun andai harga emas bisa naik lagi, maka US$ 4.174/troy ons rasanya bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpeluang mengerek harga ke kisaran US$ 4.195-4.222/troy ons.

Target paling optimistis adalah US$ 4.273/troy ons.

(aji)

No more pages