Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran terhadap kelangsungan bisnis CoreWeave turut berkontribusi terhadap aksi jual saham baru-baru ini. Hal ini terjadi di tengah spekulasi bahwa pembangunan infrastruktur AI secara masif telah melampaui kemampuan perusahaan untuk menghasilkan imbal hasil dari investasi mereka.

Menurut David Morrison dari Trade Nation, besarnya utang yang diambil untuk membangun infrastruktur AI membuat kenaikan biaya pinjaman jauh dari kondisi ideal.

“Ada dua pertanyaan penting. Apakah permintaan terhadap AI nyata? Ya,” kata Manish Singh dari Crossbridge Capital. “Apakah kita akan kembali bekerja dan menggunakan perangkat lunak seperti sebelum AI hadir? Tidak. Peluang strukturalnya nyata, tetapi bukan berarti setiap perusahaan yang membangun infrastruktur akan menghasilkan imbal hasil yang menarik bagi investor.”

S&P 500 Bounces After Three-Day Drop. (Sumber: Bloomberg)

Pada akhirnya, revolusi AI akan dinilai bukan hanya dari seberapa besar kapasitas komputasi yang dibangun, tetapi juga seberapa menguntungkan kapasitas tersebut dimanfaatkan, kata Singh. Arus kas masa depan harus mampu membenarkan komitmen modal yang sangat besar saat ini, sementara ada pihak yang harus membiayai kesenjangan tersebut untuk sementara waktu, ujarnya.

“AI mungkin merupakan masa depan. Namun, pembayaran utang tetap menjadi persoalan saat ini,” kata Singh.

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh untuk mencari petunjuk apakah para pejabat bank sentral beralih dari keputusan menunda kenaikan suku bunga menjadi menaikkan suku bunga pada Oktober, menyusul data inflasi terbaru, menurut Krishna Guha dari Evercore.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan Warsh akan menyampaikan pandangan yang tidak mengindikasikan kenaikan suku bunga pada Oktober,” kata Guha. “Warsh akan mempertimbangkan gejolak global pada saham teknologi dan tanda-tanda bahwa kondisi pembiayaan semakin ketat bagi perusahaan AI yang lebih rentan, di samping kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang sebelumnya.”

Ketua The Fed dijadwalkan berbicara pada Kamis malam waktu New York di Bangkok. Dalam kesempatan tersebut, ia akan mengikuti diskusi santai (fireside chat) bersama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.

Berikut pergerakan utama di pasar keuangan:

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,3% pada pukul 16.00 waktu New York.
  • Indeks Nasdaq 100 bergerak relatif stabil.
  • Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,1%.
  • Indeks MSCI World naik 0,4%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,3%.
  • Euro menguat 0,5% ke US$1,1215.
  • Pound sterling menguat 0,6% ke US$1,3277.
  • Yen Jepang menguat 0,2% ke 158,09 per dolar AS.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin naik 0,7% ke US$82.263,65.
  • Ether naik 1,5% ke US$2.451,49.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury bertenor 10 tahun turun 10 basis poin menjadi 5,09%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 3,41%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 5,37%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,7% menjadi US$97,65 per barel.
  • Harga emas di pasar spot naik 1,6% menjadi US$4.172,34 per troy ounce.

(bbn)

No more pages