Tingkat yield “adalah yang tertinggi yang pernah kami lihat dalam beberapa dekade,” kata Vasiliki Pachatouridi, kepala strategi produk pendapatan tetap iShares EMEA di BlackRock, kepada Bloomberg TV. “Hal itu menciptakan prospek yang signifikan bagi investor untuk memperoleh pendapatan sekaligus menjadi alternatif bagi saham.”
Saham-saham berada di bawah tekanan setelah mengalami reli yang sangat tajam, seiring para investor mempertanyakan apakah triliunan yang dialirkan ke sektor AI akan menghasilkan imbal hasil yang memadai.
Pada saat yang sama, inflasi AS yang membandel meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh bank sentral serta kenaikan biaya pembiayaan.
Walau data dari Anthropic masih menunjukkan pertumbuhan yang spektakuler, perlambatan ini meredam sentimen di kalangan investor yang terbiasa dengan angka-angka “parabolik”, kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.
Ditambah lagi dengan kian tingginya permintaan sektor ini akan modal dari pasar utang dan ekuitas, “fakta bahwa investor menjadi kurang bersahabat terhadap industri ini pasti akan berdampak pada belanja modal,” ujarnya.
Di tempat lain, pasar saham Asia menanggung beban utama aksi jual pada hari Kamis. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 7,6%, sementara raksasa semikonduktor Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc. sama-sama merosot lebih dari 9%. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. turun 2% sebelum melaporkan laba yang melampaui perkiraan, namun margin laba yang tidak mencapai target.
(bbn)






























