Bertambah serius dalam kaitannya dengan perdagangan AI, dimana saham CoreWeave Inc. anjlok karena surat utang perusahaan turun ke level yang biasanya merupakan sinyal hadirnya masalah keuangan, sehingga membuat investor kembali mempertanyakan keberlanjutan pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur AI.
“Korea makin menjadi penyeimbang bagi gelombang penjualan besar-besaran saham AI global, karena masalah pendanaan CoreWeave dan inflasi AS yang semakin tinggi memicu kekhawatiran terkait kenaikan biaya pinjaman serta keberlanjutan pengeluaran di sektor AI,” kata Hebe Chen, analis di Vantage Global Prime. Situasi tersebut mendorong investor untuk semakin melepas posisi mereka di Samsung dan SK Hynixval, lanjut dia.
Indeks saham semikonduktor AS yang menjadi sorotan telah kehilangan valuasi pasar US$1,6 triliun dalam enam hari penurunan berturut-turut. Laporan laba yang kuat dari Samsung dan ASML Holding NV gagal menenangkan para investor.
Indeks Kospi mencatat penurunan untuk hari ketujuh berturut-turut dan ditutup pada level terendah sejak awal April. Investor asing menjadi pendorong utama aksi jual ini, dengan melepas saham-saham Kospi US$2,7 miliar hanya pada hari Kamis saja. Investor telah menjual lebih dari US$10 miliar sepanjang bulan Oktober. Regulator keuangan Korea menyatakan bahwa pihak berwenang akan segera menerapkan rencana darurat jika diperlukan di tengah volatilitas pasar.
Gelombang penjualan ini juga melanda pasar Taiwan dan China, dengan indeks Taiex turun 3,4% karena investor asing menjual saham Taiwan senilai setara US$9,3 miliar, yang merupakan rekor tertinggi.
“Sentimen investor sedang lemah, dan rasa lelah semakin meningkat. Saya memperkirakan pasar yang fluktuatif dan dipengaruhi arus modal ini akan terus berlanjut hingga ada kejelasan yang lebih besar mengenai suku bunga AS dan pemilihan umum tengah masa jabatan,” kata Jo Hyunik, manajer divisi investasi di Iroom Investment Advisors yang berbasis di Seoul.
SK Hynix kini telah turun 57% dari puncaknya di musim panas. Raksasa memori ini sempat menjadi ikon perdagangan AI di Asia, dengan sahamnya melonjak lebih dari 1.000% dalam 12 bulan hingga Juni karena para investor berbondong-bondong melakukan perdagangan yang dipicu oleh kelangkaan memori. Produk-produk yang diperdagangkan di bursa atau ETP dengan leverage yang terkait dengan produsen chip tersebut turut memicu perdagangan yang hingar-bingar oleh investor ritel, sehingga mendorong kenaikan yang sangat pesat bersamaan dengan volatilitas yang mencapai rekor tertinggi. Nilai pasar saham tersebut telah anjlok lebih dari US$660 miliar dari level tertinggi sepanjang masa.
Beberapa pekan terakhir menunjukkan tanda-tanda yang semakin jelas mengenai meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya beban utang di sektor AI. Obligasi CoreWeave yang jatuh tempo pada 2032 telah anjlok menjadi sekitar 78 sen per dolar, mendorong Elon Musk untuk menandai penurunan tersebut dengan kata “yikes” di platform media sosialnya. Hal ini terjadi setelah pada akhir bulan lalu, SoftBank Group Corp. harus membayar imbal hasil rekor dalam upaya mendanai ambisi AI-nya yang masif.
Aksi jual ini telah membuat valuasi Kospi menjadi lebih menarik, yaitu kurang dari 5 kali perkiraan laba masa depan, kurang dari setengah level setahun yang lalu. Namun, dengan sentimen bearish yang masih mendominasi, para manajer investasi mengimbau agar tetap berhati-hati.
“Valuasi pasar saham Korea Selatan kini telah turun ke level yang ekstrem,” kata Kang DaeKwun, CEO Life Asset Management. Meskipun setiap koreksi dari level saat ini dapat dianggap sebagai titik masuk, investor harus memastikan bahwa masalah terkait pendanaan sektor teknologi telah terselesaikan, tambahnya.
(bbn)






























