Adapun, gas sisa pengolahan atau lean gas dikembalikan kepada PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Kilang LPG Cilamaya dibangun selama 13 bulan dengan total investasi US$36,93 juta, pembangunannya melibatkan sekitar 200 tenaga kerja.
Dalam pengoperasiannya, Kilang LPG Cilamaya menggunakan teknologi mechanical refrigeration untuk proses pendinginan gas dan turbo expander untuk pengolahan gas.
Sekadar catatan, ENP merupakan perusahaan migas yang mengolah gas bumi menjadi LPG dan kondensat. ENP mulai beroperasi di Gresik pada 2007 dan telah memproduksi sekitar 1 juta ton LPG selama kurang lebih 19 tahun.
Pembangunan kilang Cilamaya menambah kapasitas pengolahan ENP menjadi 140 MMSCFD, dari sebelumnya 100 MMSCFD di Kilang Gresik.
Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut dua pabrik LPG baru telah berhasil mencapai tahap commissioning atau uji coba produksi.
"Tinggal menunggu waktu peresmian saja. Commissioning sudah selesai, tinggal izin niaga LPG atau LNG-nya yang harus diurus. Begitu izin ada, langsung itu peresmian," ungkap Djoko di kantor Kementerian ESDM, Selasa (18/5/2026).
Adapun, Djoko memastikan kepemilikan kedua pabrik tersebut adalah milik perusahaan migas swasta bukan milik BUMN.
Untuk diketahui, dua pabrik LPG yang dimaksud adalah Djoko adalah LPG Plant Cilamaya yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) dan LPG Plant Tuban yang dioperasikan oleh PT Sumber Aneka Gas (SAG).
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026), Djoko menyebut rencana peresmian pabrik LPG Cilamaya awalnya dijadwalkan pada April 2026.
“Ini mudah-mudahan pada April ini kita akan resmikan pabrik LPG plant di Cilamaya itu bisa memproduksi LPG 163 metrik ton (mt)/hari. Kondesatnya, 1.891 barel minyak per hari [bph],” kata Djoko di hadapan Komisi XII DPR.
Selain dua proyek di atas, terdapat tiga proyek pembangunan pabrik pengolahan LPG lainnya yang bakal dibangun.
Pertama, LPG Plant Jambi Merang dengan kapasitas produksi sekitar 320 mt/hari. Rencananya, proyek tersebut bakal onstream perdana pada kuartal II-2027.
Kedua, LPG Plant Senoro dengan perkiraan produksi sekitar 54 mt/hari yang ditargetkan onstream pada 2027.
Ketiga, terdapat potensi proyek LPG Plant Jawa Timur yang bakal dikerjakan PT ARSynergy dengan perkiraan kapasitas produksi 50 mt/hari. SKK Migas menargetkan pabrik tersebut onstream pada 2027.
(azr/wdh)





























