Logo Bloomberg Technoz

“Kenaikan suku bunga pada Oktober kembali menjadi salah satu kemungkinan. Dengan tekanan inflasi yang semakin meluas, sebagaimana terlihat dalam laporan kali ini,” mengutip tulisan Ronald Temple, Kepala Strategi di Divisi Penasihat Keuangan dan Manajemen Aset Lazard, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga sekitar 40 basis poin hingga Januari 2027, dengan peluang kenaikan pada Oktober juga meningkat.

“Semakin jelas inflasi masih sulit dikendalikan dan bergerak ke arah yang salah,” kata Skyler Weinand dari Regan Capital. 

“Kami melihat pergerakan penghindaran risiko yang cukup kuat dan lazim terjadi. Untuk saat ini, investor mengurangi risiko dan mengalihkan sebanyak mungkin dana ke aset-aset aman," kata Hiroshi Namioka, Kepala Strategi di T&D Asset Management. 

Hal lain yang menjadi perhatian adalah dinamika di Timur Tengah. Laporan Bloomberg News terbaru, sebuah kapal kargo tenggelam setelah terkena “proyektil yang tidak diketahui” saat melintasi Selat Hormuz. Pada saat yang sama, kelompok Houthi yang didukung Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah teritori di Arab Saudi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level tertinggi US$96 per barel setelah melesat 1% lebih kemarin. Sementara itu, minyak mentah Brent melejit di atas US$106 per barel.

“Ketika infrastruktur dan jalur pelayaran semakin rentan terhadap serangan, premi risiko menjadi semakin sulit dihilangkan,” mengutip paparan Emily Ashford, Kepala Riset Energi di Standard Chartered Bank.

(fad/aji)

No more pages