Logo Bloomberg Technoz

Dalam laporan terbarunya, lembaga yang bermarkas di Paris ini memproyeksikan permintaan minyak global akan turun sebesar 2,5 juta bph menjadi 102,5 juta bph.

OPEC memperkirakan permintaan minyak global akan tumbuh sebesar 180.000 bph menjadi 105,72 juta bph tahun ini—turun dari proyeksi pertumbuhan sebesar 380.000 bph dalam laporan sebelumnya.

"Meski beberapa data permintaan minyak terkini menunjukkan adanya pelemahan sementara tahun ini, khususnya di China, sebagian besar informasi tersebut masih bersifat awal dan dapat direvisi naik di kemudian hari," ungkap OPEC.

OPEC pada dasarnya telah mengalihkan penurunan proyeksi permintaan tahun ini ke dalam proyeksi pertumbuhan untuk tahun depan.

Saat ini, permintaan minyak global diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,55 juta barel per hari (bph) menjadi 108,28 juta bph pada tahun 2027. Angka ini meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 2,36 juta bph.

"Permintaan yang [seharusnya terjadi] tahun 2026 telah bergeser ke tahun 2027, di mana kami meyakini akan muncul permintaan yang tertahan [pent-up demand]," ujar Sekretaris Jenderal OPEC, Haitham al-Ghais, dalam WPC Energy Congress di Riyadh pekan ini.

Sebelum perang di Iran pecah, OPEC sempat memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak sebesar 1,4 juta bph pada tahun 2026 dan 1,3 juta bph pada tahun 2027.

OPEC mempertahankan proyeksi pertumbuhan pasokan dari negara non-OPEC+, yakni sebesar 640.000 bph untuk tahun 2026 dan 620.000 bph untuk tahun 2027.

OPEC sendiri tidak membuat prakiraan untuk produksi OPEC+, melainkan menerbitkan rata-rata estimasi dari berbagai sumber sekunder, termasuk Argus. Data tersebut menunjukkan produksi minyak mentah OPEC+—yang mencakup Meksiko dan UEA—meningkat sebesar 903.000 bph secara bulanan menjadi 39,068 juta bph pada September.

Untuk diketahui, UEA telah mengundurkan diri dari OPEC dan OPEC+ pada 1 Mei tahun ini, sementara Meksiko tidak terikat oleh kuota produksi OPEC+.

(ros)

No more pages