Sementara itu, kapal pengangkut barang curah bernama Cape Dao tenggelam setelah diserang pada 23 September. Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal, menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), yang tidak menyebutkan tanggal pasti kapal itu tenggelam.
Serangan Iran terhadap kapal tanker minyak telah menambah premi risiko yang signifikan pada harga minyak mentah dan memicu lonjakan biaya penyewaan kapal di seluruh dunia. Pekan lalu, AS menyatakan telah menghancurkan sebuah “kapal yang terkait dengan Iran” di Teluk Oman.
Global Feeder Shipping, perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) dan merupakan pemilik GFS Pride serta GFS Giselle, belum segera menanggapi permintaan komentar. Sementara itu, Peonies Shipmanagement, operator Cape Dao yang juga berbasis di UEA, menolak memberikan komentar.
(bbn)






























