Logo Bloomberg Technoz

Karena itu, Daryono menilai peta kebakaran perlu dipadukan dengan peta habitat dan jalur pergerakan satwa. Pemantauan dapat dilakukan melalui patroli, kamera pemantau, serta teknologi pelacakan yang tersedia. Area yang penting bagi kehidupan satwa juga perlu menjadi prioritas perlindungan.

"Apabila ditemukan ancaman langsung terhadap satwa, upaya penyelamatan harus dilakukan oleh petugas konservasi dan tenaga ahli dengan mengikuti prosedur keselamatan satwa,"ujarnya 

Selain penanganan di lapangan, Daryono menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam mitigasi bencana. Menurut dia, pihak TNWK sebelumnya telah menyampaikan informasi mengenai kejadian kebakaran, operasi pemadaman, dan pemantauan satwa. Karena itu, tidak tepat jika langsung menyimpulkan bahwa tidak ada komunikasi sama sekali.

Meski demikian, masyarakat membutuhkan informasi terbaru yang mudah diakses dan disampaikan secara berkala. Informasi tersebut perlu mencakup perkembangan titik api, luas area terdampak yang telah diverifikasi, proses pemadaman, kendala di lapangan, serta kondisi habitat dan satwa liar.

Daryono menegaskan, keterbukaan informasi diperlukan untuk membangun kepercayaan, memperkuat koordinasi, dan membuka peluang dukungan dari berbagai pihak dalam upaya melindungi TNWK.

Dia juga mengingatkan bahwa Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia yang memiliki nilai ekologis tinggi. 

Kebakaran yang berulang menunjukkan perlunya memperkuat mitigasi melalui pemetaan risiko, deteksi dini, ketersediaan air, kesiapan sarana pemadaman, pengawasan pascakebakaran, dan perlindungan habitat satwa.

"Way Kambas harus dilindungi bukan hanya ketika terbakar, tetapi juga ketika tidak ada api. Sebab, keberhasilan konservasi bukan sekadar memadamkan kebakaran, melainkan memastikan ekosistem tetap terjaga dan satwa liar dapat hidup aman di habitat alaminya," ujarnya.

(dec)

No more pages