Bursa Asia Diprediksi Melemah, Tertekan Aksi Jual Wall Street
News
15 October 2026 07:00

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah, mengikuti aksi jual saham di Wall Street yang dipimpin sektor teknologi setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong investor memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih agresif.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia melemah, membuat indeks saham regional berpotensi mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut. Kontrak berjangka saham AS juga bergerak turun pada awal perdagangan Asia setelah indeks S&P 500 merosot 1,1% dan Nasdaq 100 mencatat penurunan terdalam sejak akhir Juli. Indeks Russell 2000 memasuki wilayah koreksi.
Saham-saham teknologi menanggung dampak terbesar dari aksi jual tersebut. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menambah kekhawatiran mengenai valuasi saham yang sudah tinggi serta besarnya biaya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Indikator yang banyak dipantau dan mencakup saham semikonduktor, termasuk Nvidia Corp dan Broadcom Inc, memperpanjang penurunan selama enam hari menjadi 11,6%.
Inflasi AS yang mencapai laju tercepat dalam lima bulan mendorong para pedagang meningkatkan taruhan terhadap pengetatan kebijakan moneter The Fed lebih lanjut. Kondisi ini memperbesar kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan, meskipun para pembuat kebijakan memilih menahan suku bunga pada Oktober. Pergeseran ekspektasi tersebut berisiko memperpanjang tekanan terhadap saham teknologi dan aset lain yang sensitif terhadap suku bunga, sekaligus menopang dolar AS.


























