Logo Bloomberg Technoz

Bahlil mengungkap PLN melaporkan kepada dirinya bahwa gangguan terjadi gegara jaringan kelistrikan tersambar petir.

"Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batang itu, Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknislah, kira-kira begitu," ungkap dia.

Sebelum itu, Rosan menilai rencana cadangan atau back up plan permasalahan kelistrikan milik PLN perlu disempurnakan, utamanya dalam menghadapi pemadaman listrik atau blackout.

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkap PLN memang sudah memiliki rencana cadangan untuk menghadapi blackout. Namun, dia menilai rencana cadangan tersebut masih perlu disempurnakan.

"Ya mungkin pasti sudah ada, tapi ya itu perlu disempurnakanlah," kata Rosan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (14/10/2026).

"Ya, tentunya evaluasi itu harus tetap kita lakukan. Kita harus selalu siap dalam segala kondisi, kita harus punya selalu backup plan yang mungkin selama ini yang harus ditebalkan juga di PLN. Apabila ada kejadian, tuh backup plan-nya itu seperti apa," tegas Rosan.

Di sisi lain, Rosan mengaku bakal mengevaluasi model bisnis PLN, hal tersebut dilakukan agar bisnis penyediaan listrik dapat dilakukan lebih efisien.

Ihwal RUU Migas, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menargetkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU Migas bakal rampung disusun dan diserahkan ke Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2026.

Yuliot menyatakan saat ini kementerian bersama instansi lainnya sedang mengebut penyusunan DIM RUU Migas, usai sebelumnya Prabowo telah mengirimkan surat presiden (surpres) penunjukan wakil pemerintah dalam pembahasan RUU Migas.

"Ini kita targetnya tanggal 22 Oktober, ini sudah bisa disampaikan oleh pemerintah kepada Presiden untuk DIM. Jadi ya kita lagi mengejar waktu konsolidasi antarkementerian/lembaga [K/L] dalam rangka penyiapan DIM RUU Migas," kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026).

Sedangkan terkait blackout Batam, PT PLN Batam mengumumkan bahwa pasokan listrik di Batam telah pulih setelah sempat padam sejak Senin (12/10/2026) pukul 06.37 WIB. Gangguan tersebut diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke Gardu Induk Sungai Harapan.

"Proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala," kata Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, melalui keterangan tertulis pada Selasa (13/10/2026).

—Dengan asistensi laporan dari Merinda Faradianti

(azr/ros)

No more pages