Logo Bloomberg Technoz

Direktur Komersial InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia), Veri Y. Setiady, mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi, termasuk melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan jumlah penerbangan saat penyelenggaraan acara khusus seperti Gandrung Sewu.

“Biasanya kami akan membantu bicara dengan airlines, dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan lebih banyak penerbangan, apalagi kalau ada special event seperti Gandrung Sewu ini,” ujar Veri.

Saat ini, InJourney Airports mengelola 36 bandara, terdiri atas 27 bandara internasional dan sembilan bandara domestik. Veri berharap kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi daya tarik yang mendorong wisatawan mengunjungi berbagai daerah.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan InJourney dan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026. Dia mengatakan kolaborasi dibutuhkan karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya dalam mengembangkan pariwisata.

“Pemerintah daerah memiliki keterbatasan, baik dari segi anggaran dan juga kemampuan lainnya. Karena ini bagian dari kolaborasi, maka saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan tari kolosal, melainkan bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mengenalkan sejarah Banyuwangi kepada generasi muda. Ajang yang telah diselenggarakan sejak 2012 tersebut juga menjadi sarana promosi pariwisata daerah.

“Gandrung Sewu bukan hanya bicara terkait bagaimana penari gandrung kolosal ditampilkan, tetapi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah Banyuwangi untuk tidak hanya melestarikan budaya Banyuwangi, tetapi juga meregenerasi budaya yang ada di Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk berharap keterlibatan InJourney dapat memperluas pengenalan Gandrung Sewu hingga ke tingkat internasional. Menurutnya, seni dan budaya menjadi pembeda utama Banyuwangi dibandingkan daerah wisata lainnya.

“Kalau bicara pariwisata di Banyuwangi, laut, gunung, kita punya, Bali punya, dan daerah-daerah lain punya. Tetapi budaya yang autentik, yang orisinal dari Banyuwangi, kita pasti berbeda dengan daerah lain,” katanya.

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober dengan konsep berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, pertunjukan akan digelar pada malam hari dengan mengusung konsep Gandrung Glow in the Dark.

(dec/spt)

No more pages