Belum jelas apakah pemulihan ini mampu bertahan di tengah peningkatan serangan Iran baru-baru ini terhadap kapal tanker yang melintasi jalur perairan tersebut, atau akibat eskalasi permusuhan dari kelompok Houthi.
Berdasarkan laporan tersebut, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas separuh perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini menjadi hanya 200.000 barel per hari. Penurunan proyeksi ini terutama dipicu oleh kondisi di Amerika Serikat.
Selain data yang dilaporkan langsung oleh negara-negara anggota, laporan OPEC juga mencakup angka-angka yang dihimpun oleh kelompok tersebut dari berbagai konsultan dan media massa.
Data tersebut menunjukkan bahwa produksi gabungan seluruh anggota OPEC meningkat sebesar 920.000 barel per hari pada September menjadi 25,097 juta barel per hari, karena kenaikan produksi di Arab Saudi dan Irak mengimbangi penurunan produksi di negara-negara anggota lain.
(bbn)






























