Lebih lanjut, ia menuturkan, sekitar 12% penduduk Indonesia saat ini berusia 60 tahun ke atas, sedangkan hampir 8% berusia 65 tahun ke atas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya persiapan menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.
Menurut Suahasil, investasi SDM perlu dilakukan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga seseorang memasuki dunia kerja.
"Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja," jelasnya.
Dia juga mengingatkan risiko fiskal apabila penuaan penduduk tidak diimbangi peningkatan produktivitas. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja negara sekaligus menekan penerimaan negara.
Karena itu, di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah perlu menetapkan prioritas belanja secara cermat dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan saat ini dan investasi jangka panjang.
Dengan investasi SDM yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan peluang dari transisi demografi untuk meningkatkan produktivitas penduduk, sekaligus memitigasi risiko fiskal akibat penuaan penduduk.
(lav)
































