Logo Bloomberg Technoz

Reynaldi mengatakan status tersebut menambah pilihan instrumen bagi perbankan dalam mengelola likuiditas. Selain itu, dapat pula membantu meningkatkan kapasitas untuk menjalankan mandat pembiayaan pembangunan dengan target infrastruktur dan layanan publik yang lebih baik.

"Perbankan kini punya ruang lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas dengan menambah pilihan instrumen di pasar keuangan, namun sekaligus mendukung pembangunan nasional," jelas Reynaldi. 

Hingga 30 September 2026, outstanding obligasi dan sukuk PT SMI tercatat sebesar Rp19,2 triliun. 

Dengan peringkat kredit domestik tertinggi, yakni idAAA dari PEFINDO dan AAA(idn) dari Fitch Ratings, PT SMI telah menerbitkan beragam instrumen yang menjangkau berbagai segmen investor, mulai dari obligasi konvensional, Obligasi Hijau (Green Bond), Obligasi Keberlanjutan (Sustainability Bond), Sukuk Mudharabah, hingga menjangkau investor ritel melalui Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS).

Di sisi lain, sejak menerbitkan obligasi perdana pada 2014, perusahaan telah menerbitkan 76 seri obligasi dan sukuk dengan nilai akumulasi Rp58,2 triliun.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan perluasan aset dasar transaksi repo dapat mendukung pendalaman pasar keuangan. Obligasi PT SMI dinilai dapat melengkapi instrumen yang tersedia karena perusahaan tersebut membiayai beragam proyek infrastruktur.

"Pendalaman pasar keuangan membutuhkan instrumen-instrumen keuangan baru. Dengan adanya nanti SMF, apalagi SMI, cakupannya akan lebih luas. Kalau SMF fokus di perumahan, SMI bisa infrastruktur dan macam-macam jenisnya," tutur Destry.

(lav)

No more pages