Logo Bloomberg Technoz

“Mungkin layak untuk menaikkan suku bunga sekali lagi. Namun untuk saat ini, saya rasa kami tidak membutuhkan lebih dari itu,” ungkap Williams dalam wawancara dengan Bloomberg News.

Pernyataan Williams direspons positif oleh pasar emas. Koreksi mereda, meski akhirnya masih ditutup merah.

“Apa yang dikatakan Williams memang seharusnya positif bagi emas. Ini meredakan risiko yang terjadi pada 2027,” kata Mart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (14/10/2026)? Apakah akan terjadi penurunan tiga hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 42. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 sudah menyentuh 84. Menghuni area beli (long) yang kuat, bahkan tergolong jenuh (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang naik. Resisten terdekat adalah Moving Average (MA) 5 di US$ 4.169/troy ons.

Cermati pivot point di US$ 4.181/troy ons. Dari situ, harga emas berpotensi mengetes rentang US$ 4.194-4.243/troy ons.

Target paling optimistis adalah US$ 4.270/troy ons.

Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.144/troy ons rasanya bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga ke kisaran US$ 4.131-4.118/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 4.077/troy ons.

(aji)

No more pages