Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Berpotensi Menguat Ditopang Sinyal Suku Bunga The Fed

News
14 October 2026 06:21

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan menguat secara luas pada Rabu (14/10) setelah pasar saham Amerika Serikat (AS) pulih dari level terendah sesi perdagangan. Penguatan tersebut terjadi menyusul sinyal bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga secara agresif tahun depan.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Korea Selatan menguat, sementara kontrak berjangka Australia sedikit melemah. Indeks S&P 500 ditutup relatif tidak berubah, sedangkan harga obligasi pemerintah AS menguat setelah Gubernur Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan bahwa ia masih menilai kenaikan suku bunga satu kali lagi tahun ini sebagai langkah yang tepat, tetapi saat ini tidak melihat perlunya pengetatan lebih lanjut pada 2027. Dolar AS melemah.


Tekanan jual pada saham-saham produsen cip juga mereda, dengan indeks sektor tersebut memangkas kerugiannya menjadi 0,2%. Saham Microsoft Corp mencetak rekor tertinggi, sementara indeks Nasdaq 100 turun 0,3%.

Harga minyak AS sedikit menguat setelah minyak mentah Brent stabil menyusul kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Arab Saudi mencegat lebih banyak rudal dan drone yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman pada Selasa (13/10). Pertempuran melawan kelompok yang didukung Iran tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda.