Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Williams sejalan dengan proyeksi median suku bunga yang dirilis para pejabat The Fed setelah mereka sepakat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan September. Namun, sejumlah koleganya, termasuk Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack dan Gubernur Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan, menegaskan bahwa kenaikan lebih dari satu kali lagi diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Berdasarkan harga kontrak berjangka suku bunga federal funds, investor saat ini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember dan dua kali lagi pada 2027.

Kepala Federal Reserve Bank of New York itu menekankan tingginya ketidakpastian dalam proyeksi ekonominya. Ia secara khusus mengatakan terus mencermati komponen inflasi yang berkaitan dengan AI.

“Sekarang masih pertengahan Oktober,” katanya. “Perekonomian ini dipengaruhi oleh banyak faktor berbeda, dan kita hanya perlu terus memantau data.”

Para pembuat kebijakan akan memperoleh laporan terbaru mengenai inflasi konsumen pada Rabu. Laporan tersebut menjadi data terakhir sebelum mereka menggelar pertemuan pada 27–28 Oktober.

Perubahan pada September

Williams bukan termasuk pejabat yang secara tegas menyerukan kenaikan suku bunga menjelang keputusan September. Namun, ia mengatakan “mendukung penuh” kenaikan tersebut setelah dua faktor mengubah prospek inflasi jangka pendek.

Pertama, perkiraan sebelumnya bahwa konflik Iran akan segera berakhir dan harga minyak akan turun ternyata terlalu optimistis. Selain itu, selisih antara harga minyak dan harga produk hasil pengolahan minyak meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.

“Kita melihat, menurut saya, ada guncangan tambahan, atau manifestasi tambahan dari perkembangan ini, berupa biaya bahan bakar yang jauh lebih tinggi,” katanya.

Namun, kondisi tersebut tidak mengubah prospek harga dalam jangka panjang menurut Williams.

“Saya masih meyakini bahwa kekuatan-kekuatan yang mendorong disinflasi masih bekerja,” katanya. “Kita memang menghadapi dampak tarif dan harga energi, dan sekarang juga AI. Namun, menurut saya, beberapa faktor tersebut tidak menunjukkan adanya kenaikan inflasi mendasar. Bahkan, sejumlah indikator inflasi mendasar justru telah turun.”

Williams menambahkan, hal penting lainnya adalah belum ada tanda bahwa pasar tenaga kerja berada dalam kondisi tidak seimbang sehingga turut mendorong inflasi.

“Secara keseluruhan, perekonomian ini tidak sedang mengalami pertumbuhan yang terlalu panas,” katanya. “Ini bukan perekonomian yang menghadapi tekanan inflasi tambahan di luar guncangan-guncangan spesifik yang sedang kita alami.”

Meski demikian, Williams mengakui bahwa permintaan terkait pembangunan infrastruktur AI meningkat lebih cepat daripada pasokan. Menurutnya, ketidakseimbangan tersebut tidak akan segera teratasi.

“Ini merupakan situasi yang tidak biasa, ketika ada satu subsektor perekonomian yang tampaknya beroperasi dengan kapasitas penuh dan akan terus melaju selama beberapa waktu,” katanya. “Namun, menurut saya, yang terpenting adalah melihat kondisi perekonomian secara lebih luas.”

Ia juga tetap optimistis bahwa AI pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan mendorong disinflasi. Namun, ia mengatakan sangat sulit memperkirakan kapan dampak tersebut akan mulai terasa.

Williams mengatakan perkiraannya mengenai tingkat suku bunga yang tidak mendorong maupun menghambat aktivitas ekonomi—yang dikenal sebagai suku bunga netral—telah meningkat sedikit dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, ia memperkirakan suku bunga netral riil, yakni suku bunga yang telah disesuaikan dengan inflasi, berada di angka 1% “atau sedikit di atasnya”. Williams merupakan salah satu penulis model yang banyak dirujuk untuk memperkirakan tingkat suku bunga netral.

“Jika perekonomian berjalan sesuai perkiraan saya selama setahun ke depan, posisi kita tidak akan terlalu jauh dari tingkat netral,” katanya.

Panduan Kebijakan

Williams juga membahas pidatonya pada 29 September yang berperan penting dalam meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lagi pada bulan ini. Dalam pidato tersebut, Williams mengatakan The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga kembali setelah keputusan September. Pernyataannya kemudian diikuti komentar serupa dari Wakil Gubernur The Fed Philip Jefferson.

Sejumlah pengamat The Fed berspekulasi bahwa pidato-pidato tersebut telah dikoordinasikan, kemungkinan bersama Gubernur The Fed Kevin Warsh, untuk mencegah munculnya kejutan bagi investor.

Pada Selasa, Williams mengatakan bahwa ekspektasi pasar yang tercermin dalam harga instrumen keuangan merupakan “informasi yang berguna”. Namun, ia menegaskan bahwa pidatonya hanya mencerminkan andangan pribadinya semata.

"Pada bulan September kita memiliki data selama dua bulan. Itu adalah kesempatan untuk menilai dan mengevaluasi apa yang disampaikan oleh tren utama kepada kita," pungkasnya.

Gubernur The Fed New York memegang hak suara permanen atas keputusan kebijakan moneter dan bertindak sebagai wakil ketua Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Bersama dengan ketua dan wakil ketua Dewan Gubernur The Fed, bos New York The Fed secara tradisional dianggap sebagai bagian dari "troika" kepemimpinan bank sentral.

"Saya berkomunikasi secara teratur dengan ketua," ujar Williams. "Kami sering bertemu, tetapi saya tidak akan mengatakan apa pun lebih dari itu."

(bbn)

No more pages