Oleh karena itu, ia mendorong pendekatan pengembangan yang terpadu agar pendalaman dan inklusi keuangan berjalan seiring dengan stabilitas ekonomi.
Pada kesempatan ini, World Bank Group disebut menyambut baik agenda tersebut termasuk dukungan teknis bagi pendalaman pasar modal domestik, di samping turut menyatakan dukungannya terhadap agenda hilirisasi sumber daya alam Indonesia agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri.
ASEAN Sebagai Bright Spot Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Negara juga meyakini kawasan ASEAN menjadi titik terang (bright spot) bagi perekonomian dunia di tengah berbagai tantangan global.
Menurut dia, kondisi tersebut ditopang oleh kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel.
"Sebagai kawasan, kami tahu bahwa kawasan kami dalam kondisi baik. Saya yakin ini karena kami memiliki kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel," kata Suahasil dalam pertemuannya.
Sementara dalam kasus Indonesia, ia meyakini bahwa RI selalu menempatkan anggaran sebagai bagian untuk "menumbuhkan perekonomian, melindungi masyarakat, dan terus kredibel."
Lebih lanjut, Suahasil mengatakan Indonesia memiliki kekuatan berupa sumber daya alam yang didukung agenda hilirisasi dan mobilisasi pendanaan swasta. Kedua hal tersebut menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, struktur penduduk yang relatif muda dan tingkat pendapatan yang terus tumbuh dinilai menjadi modal penting bagi masa depan kawasan Asean.
"Belajar dari dunia adalah satu hal, tetapi menceritakan kisah Asean, kisah Indonesia, kepada dunia adalah hal lain. Kita memiliki banyak cerita untuk disampaikan. Saya yakin, jika kita satukan kisah ASEAN selama 50 hingga 60 tahun terakhir, itu adalah kisah sukses yang layak didengar dunia," jelasnya.
(ell)































