Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan ini terjadi saat Microsoft dan perusahaan penyedia layanan cloud hyperscaler bersaing sengit dalam perlombaan senjata AI, di mana upaya untuk mencapai skala besar tampaknya berbenturan dengan target iklim yang telah ditetapkan sebelumnya.

Bloomberg News melaporkan pada April bahwa Microsoft menunda sebagian pembelian kredit penghapusan karbon karena pertimbangan keuangan. Saat itu, perusahaan menyatakan program tersebut tidak dihentikan.

Dalam tanggapan melalui surel kepada Bloomberg News, Microsoft menyatakan pembelian kredit penghapusan karbon hanyalah salah satu pilar menuju dekarbonisasi. "Setiap penyesuaian yang kami lakukan merupakan bagian dari pendekatan yang terstruktur, bukan perubahan dalam ambisi," kata juru bicara perusahaan.

Meski terjadi penurunan aktivitas tahun ini, Microsoft tetap menjadi pembeli terbesar di pasar penghapusan karbon sukarela, dengan porsi hampir separuh dari total transaksi sepanjang tahun 2026.

Mengingat peran Microsoft yang sangat besar, setiap perubahan dalam komitmennya akan berdampak signifikan terhadap pasar. Menurut data BNEF, penjualan global kredit penghapusan karbon mencapai total 18 juta metrik ton hingga pertengahan Juli, turun 66% dibandingkan tingkat yang diproyeksikan untuk tahun 2025.

"Selain skala pembeliannya yang sangat besar, aktivitas Microsoft juga mengirim sinyal penting pada perusahaan-perusahaan lain bahwa penghapusan karbon merupakan investasi yang layak," kata Layla Khanfar, analis BNEF yang memantau pasar tersebut.

"Jika Microsoft mengurangi aktivitasnya, hal itu juga akan mengirim pesan, dan perusahaan lain mungkin enggan mengambil alih posisi mereka sebagai pelopor."

Para ilmuwan yang didukung PBB memperingatkan bahwa pengurangan emisi saja tidak akan cukup untuk mencegah dampak terburuk pemanasan global. Miliaran ton CO₂ di atmosfer juga harus dihilangkan setiap tahun hingga pertengahan abad ini.

Teknologi penghilangan karbon tertentu, seperti penangkapan karbon langsung dari udara (direct air capture), masih terlalu mahal untuk diterapkan dalam skala besar, sehingga sektor yang masih baru ini sangat bergantung pada pembeli korporat sukarela untuk mendanai pengembangannya.

Saat Microsoft memperlambat langkahnya, pembeli lain justru semakin gencar. Sebagai contoh, Frontier—koalisi yang beranggotakan Stripe Inc, Anthropic PBC, dan Alphabet Inc—pada Juni berkomitmen mengucurkan dana sebesar US$915 juta untuk mendukung berbagai proyek penghapusan karbon.

"Orang-orang perlu melihat lebih jauh dari sekadar aktivitas Microsoft saat menilai kondisi pasar ini," kata Lee Bostock, mitra pendiri Vuelta Carbon, perusahaan perdagangan dan konsultasi pasar karbon.

"Saya yakin pasar ini berkembang ke arah positif dan menjanjikan, tetapi baik penjual maupun pembeli perlu bersikap realistis mengenai tahap perkembangan pasar saat ini."

Data BNEF menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, Microsoft telah membeli 41% dari total kredit penghapusan karbon dioksida secara global.

(bbn)

No more pages