Sementara itu, sejumlah maskapai lainnya menerapkan penyesuaian koneksi, pengalihan rute, pembatalan penerbangan, atau penghentian sementara layanan menuju Riyadh.
Di sisi lain, penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi yang tercantum dalam laporan masih beroperasi. Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia pada rute yang tercatat dalam laporan tetap beroperasi.
"Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai,” ujar Lukman.
Sebelumnya, Otoritas Arab Saudi memutuskan memperpanjang penutupan bandara internasional Riyadh hingga Sabtu (17/10/2026) seelah penutupan perdana pada akhir pekan lalu imbas penyerangan kelompo Houthi Yaman.
Pada 12 Oktober lalu, kelompok Houthi mengaku telah menyerang bandara tersebut menggunakan rudal balistik, yang juga menewaskan sebanyak 13 orang. Sementara, 300 orang mengalami luka.
Serangan itu juga memicu kekhawatiran bahwa penerbangan sipil semakin berisiko menjadi sasaran dalam konflik bersenjata.
(ain)































