Dia menambahkan, pembangunan sumur bor akan melibatkan masyarakat setempat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan sumber air untuk memadamkan titik-titik api yang tersebar di kawasan Tanjung Puting.
Selain sumur bor, Zainul meminta tambahan 50 unit pompa air kecil atau Alkon untuk mendukung pemadaman. Keterbatasan akses kendaraan ke wilayah rawa membuat peralatan tersebut dibutuhkan untuk menjangkau lokasi kebakaran.
Menanggapi permintaan itu, Presiden Prabowo memutuskan mengirimkan 200 unit pompa air, lebih banyak dari kebutuhan awal yang disampaikan Zainul.
“Saya kirim 200,” kata Prabowo.
Zainul juga membeberkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah untuk menyiapkan tambahan pompa. Sebagian peralatan yang sebelumnya diberikan pemerintah masih digunakan untuk proses pendinginan di sejumlah lokasi.
Dia juga menjelaskan bahwa Taman Nasional Tanjung Puting menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki ekosistem dan satwa liar yang harus dilindungi. Hingga saat ini, kawasan tersebut juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara.
Zainul melaporkan terdapat 247 wisatawan mancanegara di kawasan Tanjung Puting pada hari rapat berlangsung. Sepanjang tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara disebut telah mencapai 66.000 orang.
Menurut dia, tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan BPBD telah dikoordinasikan untuk memastikan proses penanganan kebakaran berlangsung aman, mengingat lokasi api tersebar dan kawasan tersebut dihuni satwa liar, termasuk buaya dan ular.
Dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menekankan dalam penanganan karhutla segera dilakukan sekaligus menekankan pentingnya upaya pencegahan. “Pencegahan, saya minta segera diatasi,” tegasnya.
(roy)



























