Logo Bloomberg Technoz

Manajemen BUMI menambahkan, apabila terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan, informasi tersebut akan disampaikan kepada BEI sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Sebelumnya, nama BUMI juga sempat mencuat sebagai salah satu kandidat pembeli Kideco pada Juli 2026. Dalam pemberitaan sebelumnya, sumber pelaku pasar menyebut rencana akuisisi Kideco oleh Grup BUMI bahkan berpotensi diumumkan dalam waktu dekat.

Namun, Direktur BUMI Christopher Fong saat itu menampik kabar mengenai rencana akuisisi tersebut. Dia menyatakan perseroan tengah mengejar eksposur pada komoditas tembaga, emas, dan pengolahan hilir.

“Strategi ini mengharuskan kami untuk tidak melakukan ekspansi di luar aset batu bara termal yang saat ini kami miliki,” kata Christopher.

Rencana Divestasi Kideco

Adapun kabar mengenai potensi akuisisi Kideco muncul setelah INDY dikabarkan tengah menjajaki opsi divestasi atas anak usaha tambang batu bara tersebut. Indika Energy disebut telah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengevaluasi potensi penjualan aset sekaligus menghubungi sejumlah calon pembeli guna mengukur minat awal.

Nilai transaksi Kideco saat itu diperkirakan berpotensi melampaui US$1 miliar. Meski demikian, pembahasan masih berlangsung dan INDY disebut masih memiliki opsi untuk mempertahankan aset tersebut.

Dalam keterbukaan informasi pada 17 Juli 2026, Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menyatakan perseroan tidak memberikan komentar atas rumor maupun spekulasi pasar terkait portofolio investasinya. INDY juga menegaskan akan menyampaikan informasi material melalui saluran resmi sesuai ketentuan pasar modal.

Kideco sendiri masih menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan Indika Energy. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, Kideco menyumbang US$377,4 juta atau sekitar 72,8% dari total pendapatan konsolidasian INDY yang mencapai US$493,2 juta.

Pada periode yang sama, Kideco membukukan laba bersih sebesar US$42,4 juta, sedangkan laba bersih konsolidasian Indika Energy tercatat US$7 juta.

Besarnya kontribusi tersebut membuat potensi divestasi Kideco menjadi salah satu keputusan strategis penting bagi INDY, terutama terkait keberlanjutan sumber pendapatan dan arus kas perseroan setelah pelepasan aset apabila transaksi tersebut terealisasi.

BUMI Bidik Diversifikasi Bisnis

Sementara itu, BUMI dalam beberapa tahun terakhir mulai memperluas portofolio bisnisnya ke sektor mineral untuk mengurangi ketergantungan terhadap batubara termal.

Sebelumnya, manajemen BUMI menyatakan keberhasilan menjalankan diversifikasi menuju mineral menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penilaian investor terhadap saham perseroan.

BUMI juga telah mengumumkan rencana ekspansi ke sektor mineral, termasuk emas dan tembaga. Pada Juni 2025, perseroan mengumumkan penandatanganan kesepakatan awal dengan perusahaan tambang asal Australia, Wolfram Limited, sebagai bagian dari upaya memperluas bisnis di luar batu bara.

Dalam pemberitaan mengenai rencana akuisisi mineral pada akhir 2025 lalu, manajemen BUMI turut menyampaikan target agar komposisi pendapatan dari bisnis mineral dan aset batubara termal mencapai masing-masing 50% pada 2031.

(dhf)

No more pages