Dia juga menyatakan perseroan terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan BBM berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.
“Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi,” ungkapnya.
Sekadar informasi, sejumlah warganet melaporkan kesulitan mencari BBM di Bali. Selain itu, antrean pembelian BBM di Bali juga terlihat sangat panjang di sejumlah SPBU.
Banyak warganet yang menyatakan harus mengantre 1—1,5 jam untuk mendapatkan BBM, bahkan untuk mendapatkan BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo.
“Bali chaos karena BBM langka. Pagi ini Sesetan stuck ga gerak karena antrean BBM,” keluh warganet bernama Indri di Threads.
Bahkan terdapat warganet yang mengklaim panjangnya antrean pembelian BBM membuat transportasi umum Trans Metro Dewata menjadi dipenuhi oleh penumpang.
“Dampak dari langkanya BBM di Bali, semua bus Trans Metro Dewata full. Info tambahan untuk koridor 1, ritase ke 4 off semua karena antre BBM,” tulis seorang warganet di Threads.
(azr/wdh)





























