Logo Bloomberg Technoz

PAM Jaya sebelumnya menyatakan tengah membutuhkan jasa financial advisor untuk mendampingi seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan IPO. Ruang lingkup pekerjaan tersebut antara lain mencakup analisis kondisi perusahaan dan industri, penelaahan awal struktur permodalan, proyeksi keuangan, rencana bisnis, hingga penggunaan dana hasil IPO.

Pada 25 Februari 2026, PAM Jaya juga membuka kesempatan bagi konsultan yang memiliki pengalaman mendampingi perusahaan menjadi perusahaan publik untuk menyampaikan minat dan kapabilitasnya.

Meski demikian, penjajakan konsultan dan konsultasi dengan OJK belum berarti PAM Jaya telah resmi mengajukan pernyataan pendaftaran IPO.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin sebelumnya menyatakan perusahaan mulai menjajaki peluang melantai di bursa setelah melihat perkembangan kinerja operasional pascatransformasi bisnis. PAM Jaya mengambil alih pengelolaan layanan air minum dari mitra strategis pada 2023.

Rencana IPO tersebut juga sejalan dengan dorongan Pemprov DKI Jakarta agar badan usaha milik daerah (BUMD) lebih mandiri dalam mencari sumber pendanaan untuk pengembangan usaha, tanpa sepenuhnya bergantung pada penyertaan modal pemerintah.

Arief menyebut pasar modal menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan perusahaan untuk memperoleh pendanaan. Namun, dia menegaskan PAM Jaya tidak terburu-buru merealisasikan rencana tersebut dan masih perlu memperkuat kinerja serta operasional internal sebelum menentukan waktu yang tepat.

(dhf)

No more pages