Baik perusahaan teknologi global maupun China semakin beralih ke pasar modal untuk mendanai investasi AI yang mahal, meskipun para investor mulai meneliti apakah pengeluaran untuk pusat data, chip, dan pengembangan model akan menghasilkan imbal hasil yang memadai.
SoftBank Group Corp. belum lama ini mengumpulkan US$11,1 miliar melalui salah satu penawaran obligasi korporasi berisiko tinggi atau junk bond terbesar dalam sejarah, sementara Alibaba Group Holding Ltd. meraup rekor US$10,2 miliar melalui penawaran lanjutan.
Pengembang model AI asal China, Z.AI Co., mengumpulkan US$9,6 miliar melalui IPO, penempatan saham, dan obligasi konversi.
Tencent menyatakan dalam konferensi telepon dengan investor bahwa saat ini perusahaan tidak memiliki rencana untuk menerbitkan saham atau obligasi konversi, tambah para sumber tersebut, mengutip pernyataan perusahaan.
Tencent tidak menanggapi permintaan komentar.
Tencent kemudian meningkatkan belanja terkait AI di tengah upaya untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing seperti ByteDance Ltd. dan Alibaba.
Perusahaan menaikkan belanja modal sebesar 176% untuk proyek AI dan komputasi menjadi 52,8 miliar yuan pada kuartal Juni, yang memicu arus kas bebas keluar sebesar 13,8 miliar yuan.
Belanja modal Tencent kemungkinan akan tetap tinggi hingga sisa tahun 2026 dan memasuki tahun 2027, yang mengindikasikan pengeluaran tahunan sedikit di atas 200 miliar yuan berdasarkan tingkat pada kuartal kedua, kata sumber-sumber tersebut.
(bbn)





























